Aku cemburu pada angin
yang singgah di rambutmu tanpa membuatmu risau,
pada cahaya yang menyentuh wajahmu
tanpa pernah terasa sebagai beban.
Sedang aku,
barangkali terlalu dekat—
hingga Prema yang kubawa sebagai teduh
menjelma bayang yang mengusik langkahmu.
Ada Irshya yang tumbuh seperti duri
di taman yang tak pernah ingin kutanami;
semakin kupendam, semakin dalam ia berakar.
Bukan aku takut kau berpaling,
aku hanya takut
cintaku yang terlalu erat
perlahan menjadi alasan
untukmu mencari jarak.
-Samudra Araka Naratama