almahyrazelle22
Link to CommentCode of ConductWattpad Safety Portal
“Ziv,” panggil Sabda. Suaranya pelan, tapi di keheningan Meja Nomor Lima, suara itu terdengar sekeras petir.
Jantung Ziva mencelos. Kalana di sebelahnya refleks meremas tangan Ziva, memberik kekuatan. Rigel memalingkan wajah, memilih menatap jendela.
“Gue ....” Sabda menelan ludah, jakunnya bergerak naik turun. Dia tampak mengumpulkan sisa keberaniannya. “Gue bisa ngomong sama lo berdua? Penting.”
Hening. Benar-benar hening. Bahkan Jero yang biasanya nyeletuk pun kali ini bungkam seribu bahasa. Semua orang menahan napas, menunggu reaksi Ziva. Ziva tampak gugup, matanya bergerak gelisah. Dia kaget. Sabda yang dua hari ini menghindar seperti buronan, tiba-tiba memintanya bicara empat mata di depan semua orang?
Melihat kegugupan Ziva, Sabda buru-buru menambahkan, nadanya melembut drastis.
“Nggak harus sekarang,” kata Sabda cepat, memberikan ruang agar Ziva tidak merasa terpojok. “Besok, lusa, atau kapan pun lo siap. Gue nggak maksa.”
https://www.wattpad.com/story/405132226
almahyrazelle22
“Ziv,” panggil Sabda. Suaranya pelan, tapi di keheningan Meja Nomor Lima, suara itu terdengar sekeras petir.
Jantung Ziva mencelos. Kalana di sebelahnya refleks meremas tangan Ziva, memberik kekuatan. Rigel memalingkan wajah, memilih menatap jendela.
“Gue ....” Sabda menelan ludah, jakunnya bergerak naik turun. Dia tampak mengumpulkan sisa keberaniannya. “Gue bisa ngomong sama lo berdua? Penting.”
Hening. Benar-benar hening. Bahkan Jero yang biasanya nyeletuk pun kali ini bungkam seribu bahasa. Semua orang menahan napas, menunggu reaksi Ziva. Ziva tampak gugup, matanya bergerak gelisah. Dia kaget. Sabda yang dua hari ini menghindar seperti buronan, tiba-tiba memintanya bicara empat mata di depan semua orang?
Melihat kegugupan Ziva, Sabda buru-buru menambahkan, nadanya melembut drastis.
“Nggak harus sekarang,” kata Sabda cepat, memberikan ruang agar Ziva tidak merasa terpojok. “Besok, lusa, atau kapan pun lo siap. Gue nggak maksa.”
https://www.wattpad.com/story/405132226
almahyrazelle22
Ada yang kangen Kalana?
LuzMarquez598
- 598418
Bro @almahyrazelle22, this meme is wild, so funny hahaha click here to see it ↓:
almahyrazelle22
Kalana dan Printilannya udah update!
https://www.wattpad.com/story/405132226
almahyrazelle22
“Gue mau nyoba, Kal.”
“Nyoba apa?”
“Nyoba benerin cara komunikasi gue. Kata Rae, gue kayak orang ngasih kode morse. Ribet. Susah dimengerti,” Ravindra terkekeh miris. “Jadi sekarang gue mau ngomong langsung.”
Ravindra menarik napas panjang, mengumpulkan keberanian di tengah hiruk-pikuk warung tenda.
“Gue mau kita mulai lagi, kita restart ya?”
Kalana terdiam, menatap mata Ravindra yang diterangi lampu tenda yang remang-remang.
“Maksudnya?”
“Kita mulai lagi dari awal. Nggak usah buru-buru pacaran kalau lo belum siap. Nggak usah pasang label dulu kalau lo masih ragu,” kata Ravindra serius. Tangannya bergerak, menggenggam tangan Kalana erat. “Tapi gue minta, izinin gue buat ada di deket lo lagi. Izinin gue buat jemput lo, buat masakin lo Indomie, buat ngapelin lo. Jangan suruh gue ngejauh lagi. Gue nggak sanggup.”
https://www.wattpad.com/story/405132226
almahyrazelle22
Ravindra Radengga
nanti gue drop lo terakhir ya.
biar juno sama rae turun duluan.
eh sabda deng, lupa gue.
Kalana mendongak kaget, menatap spion tengah. Mata Ravindra bertemu dengan matanya di cermin persegi panjang itu. Ravindra menaikkan alisnya sedikit, lalu kembali fokus ke jalan. Ada senyum miring tipis di bibirnya.
Jantung Kalana berdesir. Modus. Jelas banget ini modus. Kalana segera mengetik balasan dengan pipi yang mulai terasa panas.
Dih, modus.
Kenapa harus terakhir?
Ravindra Radengga
bodo.
mau tagih janji.
Janji apaan?
perasaan gue gak janji apa-apa.
Ravindra Radengga
liat aja nanti.
kalau protes, gue puter metallica lagi.
https://www.wattpad.com/story/405132226
almahyrazelle22
“Sab? Lo oke? Pucet banget muka lo.”
Sabda tidak menoleh. Dia hanya bergumam, “Gapapa. Kurang tidur doang.”
Bohong. Ravindra tahu persis kapan Sabda bohong. Kalau cuma kurang tidur, Sabda bakal ngeluh manja minta kopi, bukan jadi patung es begini.
“Yakin lo gapapa?” Ravindra menimpali, suaranya rendah tapi menuntut jawaban. “Lo sakit bilang, Sab. Jangan diem.”
“Gue bilang gapapa ya gapapa, Rav. Ribet amat,” jawab Sabda ketus, nadanya tajam.
https://www.wattpad.com/story/405132226
almahyrazelle22
“Kal—” suara Ravindra tercekat.
“Lo nggak perlu jadi kayak Juno yang jago masak. Lo nggak perlu jadi kayak Jero yang humoris.” Kalana meremas lengan jaket Ravindra lebih erat. “Gue cuma butuh lo jujur. Gue butuh lo berhenti main kode-kodean dan bilang kalau lo masih peduli.”
Hening. Hanya suara napas mereka yang terdengar di tengah kabut yang makin tebal. Ravindra menatap wajah Kalana yang basah oleh air mata. Perasaannya campur aduk. Malu, lega, haru, dan ... cinta. Pertahanannya runtuh total. Benteng gengsi yang dia bangun setinggi langit, hancur berkeping-keping oleh air mata Kalana.
Dengan gerakan impulsif, tangan Ravindra terangkat. Jemarinya yang kasar dan dingin menyentuh pipi Kalana, menghapus air mata itu dengan ibu jarinya. Sentuhannya lembut, kontras dengan emosinya tadi.
“Gue masih peduli,” bisik Ravindra, suaranya parau. “Gue cemburu, marah-marah, insecure, karena gue masih sayang sama lo, Kal. Sampai rasanya mau gila.”
https://www.wattpad.com/story/405132226
almahyrazelle22
“Truth or Dare, Kal?” tanya Rigel, suaranya agak datar—efek patah hati berkelanjutan.
Kalana membuang napas lelah. Padahal dia baru senam jantung dan sekarang harus senam jantung lagi. Namun, ia tampak berpikir keras. Kalau pilih Truth, dia takut ditanya soal perasaannya ke Ravindra atau Juno. Itu bunuh diri di depan umum.
“Dare,” jawab Kalana mantap.
“Oke, Dare!” seru Jero semangat. Dia langsung angkat tangan. “Gue yang kasih tantangan!”
“Apaan?” tanya Kalana curiga.
Jero menyeringai setan—dia benar-benar banyak akalnya bikin orang emosi. “Lo harus tatap mata mantan lo selama tiga puluh detik tanpa kedip, sambil pegang kedua tangannya. Kalau lo ketawa atau buang muka sebelum waktunya abis, lo minum jus pare.”
Sorak sorai membahana lagi. “WHOAAAA! PANAS!”
https://www.wattpad.com/story/405132226