[“Dengarkan aku!” Gipsi itu memulai pidato. “Hari ini kita berpijak di tanah yang seharusnya sudah hancur! Hari ini kita masih hidup bukan karena keberuntungan! Bukan karena para dewa masih berpihak pada kita!”
Para petugas acara yang mulanya melongo mulai bergerak. Mereka berusaha mengejar dan merebut kembali mikrofon, tetapi gipsi itu terlalu lincah hingga naik ke tumpukan beton runtuh.
“Kita semua selamat karena sang Cahaya Emas. Sang Penyelamat Kiamat yang Sunyi …,” ujarnya sambil merentangkan tangan ke udara, mendambakan cahaya matahari sore yang menyinarinya di atas reruntuhan.
“Para Realmkeeper!” tegasnya dengan lantang.
Gipsi itu memejamkan mata, meletakkan tangan di dada. Untuk sesaat, ekspresinya terlihat begitu rindu hingga nyaris menyakitkan. “Mereka telah melindungi kita sejak awal zaman! Dari amukan api, dari dendam lautan …. Mereka bersembunyi di antara kita, tapi aku selalu merasakan anugerah mereka setiap kali dunia selamat dari kehancuran.”]
-- ENTRI #004
Baca selengkapnya di:
https://www.wattpad.com/story/360269475-realmkeeper-id