Hanya seorang perempuan yang terjebak dalam pusaran dunia yang labil, sebagaimana isi kepalanya.
Sesekali yakin dapat menyelamatkan seisi dunia, lebih seringnya tidak mampu menyelamatkan diri dari kemesraan bersama ranjang.
Lemah. Rapuh. Resah di setiap waktu. Ajaibnya, tetap bangun untuk hari yang baru.
Menulis sebagai seni bertahan hidup.
- JoinedJanuary 11, 2019
Sign up to join the largest storytelling community
or
Halo, Teman-Teman.Apa kabar? Semoga kalian baik-baik saja. Pun jika tidak, semoga lekas baik-baik saja.Melalui pesan ini, aku ingin menyampaikan bahwa aku akan menulis lagi, tetapi bukan fanfiction...View all Conversations
Story by Archeoeubibliologist
- 1 Published Story
What Colour Was the String?
2.5K
222
69
Dekasena dan Nawa rasanya selalu sedekat sembilan ke sepuluh, atau Desember ke Januari, atau Minggu ke Senin...