arsyila_imutyyy

Halo

Reinalldo

Karakter seperti BoBoiBoy itu dibuat untuk tontonan anak dan remaja, jadi wajar kalau banyak orang merasa risih saat karakter minor dijadikan bahan cerita seksual di Wattpad atau platform lain. Ini bukan soal membatasi kreativitas, tapi soal tahu batas dan memahami bahwa tidak semua hal pantas dijadikan fantasi publik.
          
          Ironisnya, banyak cerita seperti itu juga terlihat dibuat tanpa pemahaman yang matang. Dari cara penulisan, tanda baca yang berantakan, alur yang dipaksakan, sampai dialog yang terasa tidak natural, sering kali malah menunjukkan kalau penulisnya sendiri kemungkinan masih di bawah umur. Itu justru makin memperlihatkan kalau konten seperti ini dibuat tanpa kesiapan emosional maupun pemahaman tentang dampaknya.
          
          Padahal fandom seharusnya jadi tempat untuk berkarya secara sehat — bikin cerita petualangan, persahabatan, humor, atau teori karakter — bukan tempat menormalisasi seksualisasi karakter anak. Apalagi internet punya jejak digital. Konten yang diunggah tetap bisa dilihat banyak orang dan dapat memengaruhi cara orang lain memandang hal yang sebenarnya tidak pantas dinormalisasi.
          
          Di Indonesia sendiri, penyebaran konten bermuatan pornografi dan pelanggaran kesusilaan di media elektronik juga diatur dalam hukum, seperti UU Pornografi Pasal 4 ayat (1) dan UU ITE Pasal 27 ayat (1). Karena itu, penting untuk lebih bijak dalam membuat maupun menyebarkan konten, terutama yang melibatkan karakter minor.
          
          Kreativitas itu bagus, tapi akan jauh lebih baik kalau dipakai untuk membuat karya yang benar-benar berkualitas, nyaman dibaca, dan tidak melewati batas yang sensitif.
          
          
          
          Mohon di baca.