spoiler dikit lah;
"Tatapan matanya kosong, pikirannya berantakan, namun senyum itu tetap terpasang rapi, seolah mampu menyembunyikan seluruh lelah. Padahal, di balik retina yang tak lagi bercahaya, tersimpan kepayahan dari begitu banyak hal yang tak masuk akal. Ia menerima semuanya dengan tangan terbuka, bukan karena benar-benar ikhlas, melainkan karena jiwanya mulai mati begitupun dengan raganya"
dahlah....mulai malas aku huhuhu