Hai Kak
Aku cuma mau bilang terima kasih… karena karya Kakak itu salah satu yang sangat jarang aku temuin, dan jujur aja, sebagus ini.
Aku bukan pembaca yang gampang jatuh cinta sama tulisan, tapi karya Kakak itu beda. Cara penyampaiannya, perasaannya, dan tokoh-tokohnya bener-bener ninggalin bekas. Sampai sekarang aku masih sering nggak bisa move on dari cerita Kakak.
Kalau suatu hari aku punya uang dan keadaan mengizinkan, aku pengen banget beli novel-novel Kakak. Sayangnya untuk sekarang aku masih terhalang keadaan dan orang tua yang belum ngizinin aku beli novel fisik, jadi aku cuma bisa baca secara digital. Tapi meskipun begitu, rasa kagumku ke karya Kakak nggak berkurang sama sekali.
Aku doain semoga Kakak selalu diberi kekuatan—bukan cuma buat terus nulis, tapi juga buat menjalani kehidupan Kakak sendiri. Semoga lelahnya pelan-pelan terbayar.
https://youtu.be/ZRMDxjRdJV8?si=PylkHhY_2WwVWHuu
Akhir-akhir ini aku sering dengerin lagu Amin Paling Serius, entah kenapa lagunya nempel banget dan rasanya cocok sama suasana hati aku… dan juga dengan cerita-cerita Kakak yang diam-diam bikin aku mewek.
Terima kasih sudah bertahan dan menulis sejauh ini, Kak. Karya Kakak benar-benar berarti buat aku