baeliyyahz

Hi everyone, I want to start by saying thank youuuuuuuu for the love and support on Zenithara ❤️ I've been inactive for a while due to some personal reasons and you guys just kept supporting me, which I'm very grateful for.
          	
          	If I was following you before and then unfollowed, please let me know so I can follow you back (I didn't intend to unfollow) 
          	
          	Also, if I promised to read your work or I was reading your work then suddenly stopped, I am still going to read it!!! I've been soooo busy guys, but I promise to read it once I'm done with exams and can finally be focus on other things.
          	
          	Thank you guys sooooo much, have a great day!
          	
          	~ baeliyyah

Maharani_Sundari31

HALLO HALLO HALLO ‼️ 
          Izin promosi yaawww
          
          ⠖◌˚ Genre : slice of life, romance, persahabatan
          ⠖◌˚ Link Cerita : https://www.wattpad.com/story/395901571
          
          ⠖◌˚ Blurb : Nggak ada yang tahu gimana rasanya jadi aku. Dan mungkin memang nggak harus tahu.
          
          Setiap hari kulalui seperti bayangan. Aku berjalan, berbicara, tertawa... tapi semua terasa palsu. Di dalam, ada ruang kosong yang nggak bisa diisi.
          
          Aku pernah punya seseorang. Dia bukan pahlawan, tapi cukup kuat untuk tetap tinggal saat aku mulai goyah. Dia nggak pernah janji apa-apa, hanya bilang, "    ,     ."
          
          Lalu dia pergi. Nggak dengan drama. Nggak dengan suara. Hanya... hilang.
          
          Hari-hariku setelah itu membisu. Aku hampir berhenti percaya pada diriku sendiri. Sampai suatu sore, aku menemukan sesuatu di laci, cup es krim plastik. Bekas. Kusam. Tapi di bagian luarnya ada tulisan spidol yang mulai pudar "   ,  .   ."
          
          Kupandangi benda kecil itu lama. Tanganku gemetar. Hatiku... sesak. Es krim itu bukan sekadar makanan. Itu adalah sisa dari masa ketika aku masih merasa hidup.
          
          Sejak hari itu, aku mencoba. Bukan karena aku sudah sembuh. Tapi karena aku sadar... aku masih punya bukti.
          
          Dan jika suatu hari kamu melihatku tersenyum sambil memegang cup kosong, jangan tanya kenapa. Karena buatku... es krim itu bukan sekadar rasa manis. Itu bukti. Bahwa aku masih di sini. Masih bernapas. Masih percaya.
          
          ⠖◌˚ Pesan Singkat : Es krim itu jadi semacam bukti.
          Bahwa di tengah dunia yang terasa terlalu keras, masih ada yang menganggapku cukup.