Agam dan Nadia adalah satu paket utuh. Dimana pun ada Nadia pasti ada Agam. Mereka seperti selai dan roti, Ahei dan Ashima, juga nektar dan kupu-kupu. Sayangnya ada konflik besar yang membuat Nadia disebut "bau darah". Bahkan orang pertama yang sangat membencinya adalah orang yang awalnya sangat mencintainya. Betapa Nadia sangat bodoh tetap mencintai kekasihnya bahkan ketika sudah ada hati yang lain.
Kata percaya mendadak tak ada makna, semuanya perlahan berbalik dan pergi dari Nadia. Membuatnya sangat mengharapkan Agam bisa ada di sampingnya. Kenyataan berbeda, Agam terus menghujaninya dengan luka.
Yang namanya kebenaran pasti akan muncul. Namun terlambat, waktu dimana Agam tahu kebenaran saat itulah ia kehilangan gadisnya. Sampai di titik semuanya terasa mati, Nadia hanya punya dua pilihan jawaban. Memaafkan atau meninggalkan.
Agam seperti gerhana. Begitu langka dan indah. Namun bisa membuat buta tanpa rasa sakit.
Temen2 tungguin ceritaku ya
Sinopsisnya aja dulu, spoiler tipis tipis hihi