barettaputri

Hai teman-teman! 
          	
          	Setelah sekian lama vakum, akhirnya aku kembali menapaki akun ini. Tapi, karena terlalu panjang masa diamnya, kini untuk sekedar menulis satu kalimat sulit sekali rasanya. 
          	
          	So aku pikir,  I will enjoy this page as a reader untuk sementara waktu. Tapi tetap, aku berharap akan muncul ritme menulis bait-bait yang pernah sempat menjadi buah rindu nanti, walau entah kapan waktu dan niatnya seirama.
          	
          	With love, me!

barettaputri

Hai teman-teman! 
          
          Setelah sekian lama vakum, akhirnya aku kembali menapaki akun ini. Tapi, karena terlalu panjang masa diamnya, kini untuk sekedar menulis satu kalimat sulit sekali rasanya. 
          
          So aku pikir,  I will enjoy this page as a reader untuk sementara waktu. Tapi tetap, aku berharap akan muncul ritme menulis bait-bait yang pernah sempat menjadi buah rindu nanti, walau entah kapan waktu dan niatnya seirama.
          
          With love, me!

barettaputri

Aku merangkak ke dalam ruangan penuh biru.
          Berjalan sepenuh hati, dengan berhati-hati.
          Mengabaikan berbagai ilusi dan delusi. 
          Kembali mengingat kenyataan sudah pasti. 
          
          Merelakan diri sendiri untuk tertatih.
          Yang katanya, itu adalah sebuah proses mencapai keinginan diri. 
          Namun, semuanya adalah ingkar.
          Aku masih tak mencapai apa-apa, ketika darah menyamar sebagai peluh.
          
          Pembohong.
          Tak ada proses yang berakhir melukai diri.
          Sejauh ini, itu yang aku yakini. 
          Suatu saat mungkin pemikiran bisa salah.
          Tergantung, sudut pandang yang akan ikut berubah.
          
           
          
          
          

barettaputri

Merasa kesepian padahal ada teman.
          Merasa hampa padahal ada keluarga. 
          Merasa sendirian padahal ada Tuhan.
          Proses beranjak dewasa memang se-random itu.
          
          Diam-diam menangis ketika tanpa sadar lebih nyaman memejamkan mata.
          Terisak sendiri di teras depan rumah, ditemani bulan setengah. 
          Menyedihkan ketika mengingat gadis 17 tahun ini, merasa tak ada siapapun disisinya. 
          Semangat ya!
          
          -Baretta, 11 Oktober 2021-