beestinson

​"Saya tertarik buat bahas detailnya sekarang. Let's move to the coffee shop over there?" Erlangga menunjuk gerai kopi lokal yang berada di sudut lantai mal dengan gerakan dagunya, seolah sedang mengklaim waktu Kumala secara eksklusif.
          	
          	​Kumala mulai merasa terdesak oleh dominasi pria ini. "Mungkin kita bisa reschedule di hari lain, Kak?"
          	
          	​"We can. But after I look around this expo, mungkin saya bakal deal sama vendor lain," ancam Erlangga halus. Melihat Kumala yang masih tampak ragu, Erlangga menaikkan nilai taruhannya. "Saya janji bakal pakai jasa WO ini, termasuk semua vendor pendukung di dalamnya, kalau kamu mau discuss detailnya sama saya. Sekarang."
          	
          	​Kelopak mata Kumala melebar sempurna. Jantungnya berdegup dua kali lebih cepat. Ini bukan lagi sekadar urusan suvenir tumbler, ini adalah kesepakatan paket besar yang akan menyelamatkan omset seluruh tim WO hari ini.
          	
          	​Kumala menelan salivanya pelan. Perlahan, senyum terlatih—dan sangat oportunis—terbit di wajah manisnya. "Mari, Kak. Teras di Fore kayaknya cukup cozy buat bahas detail yang private."

WidiaaAde

@ beestinson  kak, Alan ga dilanjut
Reply

yulita65

@ beestinson  makasih kak bee
Reply

beestinson

​"Saya tertarik buat bahas detailnya sekarang. Let's move to the coffee shop over there?" Erlangga menunjuk gerai kopi lokal yang berada di sudut lantai mal dengan gerakan dagunya, seolah sedang mengklaim waktu Kumala secara eksklusif.
          
          ​Kumala mulai merasa terdesak oleh dominasi pria ini. "Mungkin kita bisa reschedule di hari lain, Kak?"
          
          ​"We can. But after I look around this expo, mungkin saya bakal deal sama vendor lain," ancam Erlangga halus. Melihat Kumala yang masih tampak ragu, Erlangga menaikkan nilai taruhannya. "Saya janji bakal pakai jasa WO ini, termasuk semua vendor pendukung di dalamnya, kalau kamu mau discuss detailnya sama saya. Sekarang."
          
          ​Kelopak mata Kumala melebar sempurna. Jantungnya berdegup dua kali lebih cepat. Ini bukan lagi sekadar urusan suvenir tumbler, ini adalah kesepakatan paket besar yang akan menyelamatkan omset seluruh tim WO hari ini.
          
          ​Kumala menelan salivanya pelan. Perlahan, senyum terlatih—dan sangat oportunis—terbit di wajah manisnya. "Mari, Kak. Teras di Fore kayaknya cukup cozy buat bahas detail yang private."

WidiaaAde

@ beestinson  kak, Alan ga dilanjut
Reply

yulita65

@ beestinson  makasih kak bee
Reply

OryBagul

Kak dmn letak adegan 21 nya kak?ini aku beli di play book malah gk ada jabarkan 21 ++ nya?udh buang duit 37 ribuan loh kak..

beestinson

@ OryBagul  maaf banget ya kak kalau pov soal adegan 21+ kita beda. Sejak awal saya menulis novel, 21+ nya memang halus dan tidak mengarah ke SMUT. Di platform online memang banyak genre 21+ tapi sudah menjurus ke erotica, kak. Kalau saya sejak awal acuannya novel-novel contemporary romance seperti terbitan gramedia, jadi narasi deskripsinya memang tidak eksplisit seperti buku stensilan 
            Saran saya kamu bisa coba novel gratisan saya di wattpad untuk tahu gaya menulis saya supaya tidak kecewa, terima kasih
Reply

beestinson

BAGAIMANA KALAU DUA ORANG PALING SOPAN MASUK DALAM MODE NGGAK SOPAN LAGI? MERUSAK IMAJINASI DENGAN ADEGAN SENSUAL DIMANA-MANA TAPI GEMESNYA TETAP KEMANA-MANA?
          
          The Branch & The Brand adalah seri What If: Kumala Erlangga
          
          Coba cicipin dulu di Karyakarsa atau Google Playbook
          
          Link tidak bisa dicantumkan (sedih sekali)

ammaichi

Di tunggu ceritanya Adiba
Reply

belletffnya

Kak ditunggu What If: Gadis Tria sama Flora Ray <3
Reply

Lunatelight

@ beestinson  Kak Bee, gimana kelanjutan ceritanya Alan & Nadira?
Reply