Laki-laki itu tidak tahu awalnya, karena belakangan, baru dia sadar ada yang berbeda dengan Cia. Bagaimana kuncir kudanya bergelantungan dan bergerak kiri-kanan ketika berjalan. Bagaimana segaris senyum itu menarik simpulnya yang selalu sulit melengkung. Bagaimana cengiran setengah naif itu mencegah marahnya yang jarang-jarang meledak. Bagaimana respon tubuhnya waktu Cia berada di sekitarnya.
Bima tidak tahu bagaimana ketika akhirnya Cia memandangnya, tidak ada yang bisa Bima katakan selain cantik.
Bima tidak akan jatuh cinta pada mereka, karena hatinya punya seseorang.
Bima jatuh cinta pada Cia.
Gadis tercantiknya.
Pohon kecantikannya.