Holla, ma world! Seneng banget bisa nyapa kalian di sini 🤍
Akhir-akhir ini aku banyak belajar tentang keegoisan manusia ketika menilai orang lain.
Sering banget kita—bahkan aku—ngasih label "antagonis" ke seseorang cuma karena mereka milih jalan yang nggak sesuai sama ekspektasi kita.
Salah satu hal yang paling bikin aku bermuhasabah adalah berita tentang Evan.
Jujur, waktu pertama kali dengar kabar dia keluar dari grup, hal pertama yang aku cari adalah alasan.
Ada satu kilas balik yang waktu itu cukup bikin aku sangsi. Episode pas dia bilang ENHYPEN sebagai rekan debut pertamanya sebagai idol.
Saat itu, kesimpulan yang muncul di kepalaku cuma... "Dia egois. Dari awal dia cuma mikirin dirinya sendiri." Tapi setelah tahu sedikit tentang masa lalunya, aku jadi mulai belajar melihat dari perspektif lain.
Kita nggak tahu apa yang dirasain anak sepuluh tahun pas orang-orang yang selama ini dia anggap sebagai "teman" tiba-tiba pergi. Aku juga nggak tau apakah pengalaman itu bener-bener ngebentuk cara dia mendefiniskan pertemanan sampe sekarang.
Banyak orang yang menganggap teman sebagai keluarga. Sebagai tempat pulang. Tapi, siapa yang bisa menjamin kalau semua anak bakal punya persepsi yang sama?
Bukan berarti aku berasumsi kalau ENHYPEN “kurang” buat Heeseung selama ini. Memilih pergi bukan berarti menganggap apa yang ditinggalkan nggak berharga.
Sampai sekarang pun, aku, kalian, dan bahkan kita semua nggak pernah bener-bener tahu apa yang sebenernya terjadi di balik keputusan itu, berapa lama keputusan itu dipikir, atau apa yang sebenarnya menjadi pertimbangan terbesar.
Tentu aja keputusan seseorang bisa bikin orang lain kecewa, sedih, atau bahkan merasa kehilangan. Tapi alih-alih menghakimi, bukankah lebih baik kita belajar untuk saling mengerti?
Saling mendukung dari tempat kita masing-masing.
Aku harap kalian bahagia dan sehat selalu♡♡♡