hi, I just dropped a new story. feel free to check it out if you’re interested.
Keharuman bunga duka masih menggantung di udara ketika pemakaman Sekar selesai. Langit Jakarta yang mendung seolah ikut menahan kesedihan yang menggelayuti pelayat.
Amara Kirana Prameswari berdiri tak jauh dari pusara. Matanya sembap, tetapi pikirannya jauh lebih kacau. Di usianya yang baru menginjak dua puluh tiga tahun, Amara seharusnya sibuk menata masa depan, bukan memikirkan janji yang mengikat hidupnya.
Bagi Ratna, ibu Amara, Sekar bukan sekadar sahabat. Perempuan itu adalah bagian dari keluarga mereka selama bertahun-tahun, sosok hangat yang selalu membawa senyum dan cerita panjang. Kehilangan Sekar meninggalkan lubang besar yang tak tergantikan.
Namun, segalanya bertambah rumit beberapa hari kemudian. Ratna mendatangi Jackson dan Amara, membawa amanat terakhir yang membuat keduanya bungkam. Sebelum mengembuskan napas terakhir, Sekar yang mengkhawatirkan masa depan putranya meminta Ratna untuk menjaga Jackson. Sebagai bentuk pengabdian mendalam pada ikatan persahabatan mereka, Ratna mengambil keputusan besar, yaitu menikahkan Amara dengan Jackson.
"Mama!" serunya panik. "Amara udah dua puluh tiga tahun, gak mungkin dinikahin sama bocah! Mara gak mau ngasuh anak kecil!"
Dari sofa seberang, Jackson hanya mengangkat alis, membalas singkat, "I'm eighteen."
"Ya, sama aja!" ucap Amara tajam.
https://www.wattpad.com/story/415289569?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=share_writing&wp_page=create&wp_uname=renzohere