Ingin kutulis puisi lalu kukirimkan ke koran.Taruhlah di pojok yang lengang, dekat dengan kolom berita yang tertumpahi airmatamu tanpa sengaja. Setiap baitnya akan menjelma jari seribu penyair, mengusap lugunya kesedihanmu.


Biar aku saja yang mewakilimu melarikan diri. Cukup! Jangan kau terseret pada tanya yang lihai menyimpan tanda. Halaman-halaman itu hanyalah tanah kosong belaka. Tanaman kata telah layu kini, terinjak-injak akarnya sendiri.

Benih baik itu tak tercetak jua. Yang kau baca rupanya tak kunjung menyimak kesepianmu. Maka aku berniat akan sematkan gemuruh api dalam puisi kita. Koran yang kau pegang nanti, akan terbakar seluruhnya. Dan kita pun akan mati dalam gelak tawa yang tak membawa kabar apa-apa.
  • IscrittoAugust 10, 2017



Ultimo messaggio

Storie di Erna Neong
Apa yang membuatmu sedih hari ini? di bukanmelati
Apa yang membuatmu sedih hari ini?
Siapa yang terakhir kali menanyakan itu padamu?
KedaiKita ; Apa Kau Menjual Kata-kata? di bukanmelati
KedaiKita ; Apa Kau Menjual Kata-k...
Dengan menu ini, sayangku, kusampaikan harga yang harus kau bayar.
Tukang Sampah Bayi di bukanmelati
Tukang Sampah Bayi
Kamu tau rasanya sudah lama menikah dan belum punya bayi?