Noonafhayy

Cici okay?.. banya yang khawatir ☹

Noonafhayy

@ Noonafhayy  HUEEEEEEEE.. aku takut kamu kenapa-napa ihhh.. jangan tb tb ngilang plis... Aku takut... (⁠╯⁠︵⁠╰⁠,⁠)
            
            Pokoknya nanti kalo udh sembuh tanggung jawab!... Aku galau 3 hari (⁠ ⁠≧⁠Д⁠≦⁠)
Reply

chierzzz

@ Noonafhayy  fhay!! maaf ya udah bikin khawatir.... aku lagi berusaha buat okay, maaf bangett udah ilang tiba-tiba, kemarin aku takut banget, ntar klo udah baikan aku bakal aktif lagi bareng kalian (nangis kejer)
Reply

AyaMasyita

Hallo, Kak. Salam kenal aku Mahaya. Maaf ya, posting di wall kamu. 
          Apakah kakak suka novel fantasi berlatar kerajaan? Yuk mampir ke ceritaku, siapa tahu suka.
          ***
          "Kemenangan yang Sesungguhnya adalah Bebas dari Penderitaan."
          Peperangan panjang menyebabkan kondisi Kerajaan Seodurnag memprihatinkan, untungnya mereka memiliki panglima perang yang juga pangeran yang tangguh, Pangeran Arshakein. Ia tidak mendapatkan kasih sayang yang sempurna dari keluarga, tidak memiliki kekasih, dan selalu berada di lingkungan yang keras. Pertarungan demi pertarungan melawan Kerajaan Gordeganemian dilewati oleh Pangeran Arshakein
          Sementara itu di Kerajaan Eufibutla, Arachlea harus menerima fakta bahwa pernikahannya dengan Pangeran Hillarius, Putra Mahkota, harus ditunda karena Raja Aerius dan ibunda Arachlea berselingkuh, sementara Ratu Claudius sakit-sakitan. Arachlea pun diungsikan ke Kerajaan Seodurnag, kepergiannya diumumkan sebagai pelesiran pribadi. 
          Ternyata di Seodurnag tengah kacau balau karena invasi militer Kerajaan Gordiganemian. Arachlea bertemu dengan Pangeran Arshakein, Pangeran Seodurnag yang dingin dan kejam.
          "Dari mana asalmu?" tanya Sang Raja.
          "Saya berasal dari Gordeganemian, Yang Mulia," jawab gadis itu dengan lugas.
          "Oh, ya? Siapa namamu?" Kini Pangeran Shankarein menunjukkan ketertarikannya terang-terangan.
          "Arachlea."
          Sontak, Pangeran Arshakein tertawa mendengarnya. Gadis itu berbohong, yang lebih menarik adalah Ia bukan anak dari kalangan rakyat jelata. Rakyat jelata, apalagi budak, tidak mungkin berani membuka mulutnya selebar itu. 
          "Katakan padaku, Nona. Kau lebih memilih Pangeran Hillarius atau para diplomat Gordeganemian itu?" tanya Pangeran Arshakein sembari menatap wajah gadis di seberangnya lekat-lekat.
          ***
          https://www.wattpad.com/story/360882924https://www.wattpad.com/story/360882924