Malam ini bisa stuk di sini ajah gak sih? Gak usah ada besok. Setidaknya stop dulu bentar. Mentalku gak kuat. Takut banget sama manusia-manusia lainnya. Pengen istirahat, tapi akunya gak sesibuk itu sampai bisa bikin capek. Tapi kenapa rasanya se-melelahkan itu ya? Apa karna aku sudah hampir masuk kategori gila? Mendekati, mungkin? Sampai sudah di titik sejauh ini, menjadi debu atau lenyap ditelan bumi rasanya jauh lebih indah daripada harus mengulang naskah hidup yang sama besok pagi."
Lagipula, siapa yang menungguku? Pergi dan lenyap pun rasanya akan tampak normal. Dunia akan tetap berjalan, dan ketidakadaanku tak akan mengubah apa pun bagi siapa pun. Jadi, untuk apa aku bersikeras menyambut esok?"