kemarin masih terasa berat untuk dipeluk sebagai takdir, seperti hujan yang turun tanpa aba-aba, membasahi bagian diri yang belum siap kehilangan. tapi hidup, seperti waktu, tidak pernah benar-benar berhenti; ia terus berjalan, menarik kita perlahan untuk ikut melangkah, meski hati belum sepenuhnya pulih.
aku sedang belajar mengikhlaskan yang tak bisa ku genggam lagi, menerima yang tak bisa ku ubah, dan menata ulang langkah untuk hari-hari yang belum pernah ku kenal sebelumnya. pelan-pelan, seperti merangkai pagi dari sisa gelap malam.
untuk Mark, terima kasih atas sepuluh tahun yang tidak sederhana. sepuluh tahun yang dipenuhi kerja keras, air mata, tawa, dan cinta yang tak pernah setengah-setengah. semoga setelah ini, jalanmu terasa lebih lapang, kau bisa pergi ke mana pun tanpa batas, menikmati setiap makanan yang kau rindukan, menenangkan hati dalam ibadah yang kau jaga, dan hidup dengan ritme yang benar-benar milikmu.
terima kasih karena telah memberi begitu banyak cinta, dan terima kasih karena pada akhirnya, kamu mampu memilih dirimu sendiri, sebuah keberanian yang tidak semua orang miliki.
di mana pun kamu berpijak nanti, dalam nama apa pun kamu melangkah, aku akan tetap di sini, mendukungmu dengan cinta yang tidak berkurang, tidak juga berubah.
dan setelah ini, izinkan aku untuk terus menuliskan namamu dalam setiap karya yang lahir dari tanganku, seperti bintang yang diam-diam kusematkan di langit kata-kata, agar dunia tahu: semesta pernah, dan masih, menyimpan manusia sebaik kamu di dalamnya ♡