Kita bagai sagara dan pantai,
bertemu, namun tak pernah sejati.
Gelombang renjanaku datang silih berganti,
terhempas di bibirmu, lalu kembali.
Nabastala tahu kita saling menanti,
namun takdir menulis kisah sendiri.
Meski dekat dalam tiap desir,
kau tetap jauh yang tak bisa kugenggam, sekeping takdir yang hanya bisa kupikir.
- JoinedJanuary 27, 2024
Sign up to join the largest storytelling community
or
3 Reading Lists
- Reading List
- 6 Stories
- Reading List
- 1 Story