N_llatri

Mampir yuk mana tau suka...
          
          Arkan dan Vanilla mendadak pacaran, gara-gara Vanilla tidak sengaja mengirim pesan kepada Arkan untuk mengajak cowok tampan itu berpacaran.
          
          Bukannya ditolak mentah-mentah. Cowok itu malah mau. Tidak menolak sama sekali. Padahal cowok itu mempunyai rumor tidak pernah mau berpacaran sama sekali. Tapi kenapa cowok itu mau menerimanya? Apa alasannya? 
          
          Terlebih Vanilla, cewek itu penampilannya saja yang kelihatannya polos kayak anak tidak tau apa-apa. Bersih. Tidak ternodai. Tapi siapa sangka. Otak dan jalan pikirnya jauh dari kata polos. 
          
          Arkan? Cowok berprestasi, ketua osis, dan murid kesayangan guru. Ternyata juga sama. Jauh dari kata anak baik-baik. Bahkan kelakuannya jauh dari kata baik. Cowok tampan itu lebih pantas di sebut cowok bangsat melihat kehidupan aslinya yang bisa dikatakan liar. 
          
          Penasaran cus saja, baru up tanggal 22 november 2020
          
          
          https://www.wattpad.com/story/248687705-pandangan-pertama

ruangrindu98

Hallo, ini Biya. Khaliluna Anbiya. 
          Gadis lapuk di awal 30-an tahun yang masih enggan melepas masa lajangnya.
          
          Siapa peduli kalau orang-orang menyebutnya perawan tua? Mereka bahkan tak segan-segan menjadikan Biya sebagai pusat bisik-bisik dan perhatian.
          
          Tapi bagi Biya semua itu nggak penting. Toh gadis yang sudah menginjak umur kepala tiga itu selalu berprinsip "Selagi gue bahagia, persetan sama omongan orang."
          
          Begitulah sekiranya keyakinan teguh yang selalu Biya pegang. Lagipula nggak ada yang salah dari hidupnya. Lajang itu bukan AIB. Lajang jaman sekarang itu trendi. Right?
          
          Tapi kehidupan Biya yang terbilang aman dan bebas hambatan itu seketika jungkir balik saat Om Bagas memintanya mengisi posisi sekretaris menejer baru yang sekarang tengah kosong.
          
          "Aargh! JINGGA SIALAN!"
          
          .
          
          Askara Jingga. Bujang. 27 tahun. Songong, sombong, minus etika - dan anggap saja bisu. Tipikal bos-bos rese yang hobi menyiksa bawahan. Selalu sengit tiap kali menatap keberadaan Biya.
          
          Bagi lelaki blesteran Korea dan setengah surga itu, sosok Biya sudah seperti sumber dari segala macam masalah dan kesialan.
          
          "Kalau kamu manusia yang punya etika, kamu pasti tau namanya hukum timbal balik."
          
          Sial! Apalagi yang bisa Biya lakukan untuk mengembalikan hidupnya ke posisi semula - terbebas dari segala keruwetan ini? Kalau sepanjang hari dia harus berurusan dengan makhluk minus etika seperti Askara Jingga?
          
          Dibaca dulu gess..
          Pelan-pelan, tarik napas..
          Simpang di daftar bacaan..
          Tungguin notifikasi update..
          Siapa tau suka :)
          
          https://www.wattpad.com/story/234309515-ending-choice