SPOILER ALERT
------
“Bro, lagi ngapain?” tatapan ayah jatuh pada sebutir tomat yang sedang Jenggala gigit, lalu senyumnya merekah—jahil.
“Nyolong stok tomat lagi, atau ...
Nyuri hati neng Mai?”
Secara refleks, keduanya saling tatap. Jenggala menahan tawa, sedangkan Maira gelagapan, mengibas tangan cepat-cepat.
“E-enggak, om ... Tadi, Mai cuma ...”
“Hayoo ...” seringai ayah semakin melebar.
-------
Update full chapter besok
Stay tune