dianzz_u

SPOILER ALERT
          
          ------
          
          “Bro, lagi ngapain?” tatapan ayah jatuh pada sebutir tomat yang sedang Jenggala gigit, lalu senyumnya merekah—jahil.
          
          “Nyolong stok tomat lagi, atau ...
          Nyuri hati neng Mai?”
          
          Secara refleks, keduanya saling tatap. Jenggala menahan tawa, sedangkan Maira gelagapan, mengibas tangan cepat-cepat.
          
          “E-enggak, om ... Tadi, Mai cuma ...”
          
          “Hayoo ...” seringai ayah semakin melebar.
          
          -------
          
          Update full chapter besok
          Stay tune

dianzz_u

haii, sedikit info yaa
          
          update next chapter mungkin agak ngaret, karena seminggu ini aku full pra-ukk dan belum nyentuh draft sama sekali. energinya kepake habis, jadi belum bisa nulis dengan hati yang utuh
          
          makasih banyak buat yang masih nunggu 
          
          aku usahain cepet balik—dengan tulisan yang ngena dan layak dibaca