Lagi tergila-gila dengan gagasan menanam bunga matahari. Tragis. Selama ini hidup berjalan pada kurva lalu tanpa aba-aba akan layu setelah mekar, hidup itu singkat. Sesingkat seekor larva menetas dan berubah kembali ke bentuk semula. Tidak kurang dalam setahun.
Apa memang sejatinya manusia itu bergerak? Dinamis, tanpa pernah statis, atau sebenarnya kita hanya berputar-putar dalam lingkaran? Arah hidup itu membuatku bingung, tidak melulu lurus seperti jalan Tuhan yang Ia sebutkan.
Akhir dunia di kata adalah kiamat yang Tuhan ciptakan. Tetapi jika di telaah ulang, bukannya manusia itu yang menyebabkan kiamat? Bukan Tuhan atau dunia yang lelah tetapi manusia yang serakah. Terlalu sok hingga bisa membuat kehancuran, kau tengok nuklir, apa Tuhan dengan gamblang memperkenalkan nya? Tidak kan, manusia yang penasaran menggali dan merakit ulang kehancurannya sendiri. Statemen Trump dalam pidatonya dia berkata mempunyai senjata yang dapat meledakkan bumi 150 kali, lalu jikalau bumi ini hancur dan menjadi partikel yang leyanh di ruang angkasa, dia mau kemana? Kehidupan bukan seperti dalam Hollywood di negaranya.
Akhir kata.. GUE MUAK ANJING MUAK COK BANGSAT, HIDUP YANG BENER AJA SIH, SHIBAL!!!