dominicuan
I LIIIIIVE!
(Shoutout all of y'all that get the reference!)
Cuman itu doang yang bisa gw tulis sekarang. Tapi beneran, gw ngerasa bersalah udah ngilang selama ini. Gw masih nulis di sela kesibukan yang, well, makin gak masuk akal. Draft chap 50 udah ada wujudnya sekitar sebulan yang lalu, lalu gw rombak dari awal karena gw gak sreg sama isinya. And things happened, a lot, and it significantly changed my life. Gw tau di awal tahun gw udah bilang soal rencana buat tahun ini; maaf gak bisa ngikutin rencana itu. Bahkan buat mampir, nyapa, dan baca cerita temen-temen penulis aja rasanya makin sulit. Kadang rasanya sedih ngebayangin kabar sesama temen penulis gw. Kalo kalian ada yang baca post ini, gw harap kalian baik-baik aja di sana, dan gw mendukung apa pun pilihan kalian. I will reach out all of you, sometimes, in the future!
Gak cuman rencana soal update Tabula Rasa, kayaknya gw gak bisa lanjutin post terakhir soal suspense. I know, it's like ages ago, and I think this is the 1st time I couldn't finish a post. Sepertinya usaha gw akan kepake buat bab terbaru. Selagi chapter itu ditulis, gw akan coba aktif ngisi post profil ini. Topiknya gak sedetail kayak bahasan soal nulis, tapi setidaknya gw pengen bisa ngobrol di sini. It's the least that I can do for all of you that, hopefully, stumble, stay, lurk, or stalk this profile :)
Kayak sekarang, gw kaget dengan hasil poll di bab 49! Ternyata gak ada yang vote soal karakter sebagai bagian favorit Tabula Rasa. I don't take it as an offence, tapi gw penasaran dengan alasannya. Gw juga gak nyangka lebih banyak yang suka sama dialog di cerita gw. Pun, gw gak nyangka ada yang suka dengan setting dan tema ceritanya. I'm honored! Mungkin ada dari kalian yang ngisi poll itu dan pengen certain alasan kalian. Cerita ini adalah karya pertama gw, dan gw pengen belajar sebanyak mungkin dari kalian! So feel free to drop your thoughts. Or just say hi if you prefer to :D
dominicuan
@Hedj__ Maaf baru bales pesan lu! Makasih buat penyemangatnya. Gw setuju kalo kegiatan kreatif itu mengasingkan. Gak heran kenapa banyak yang bermimpi buat ngewujudin karyanya, tapi gak banyak yang sanggup bertahan. Gw gak bilang kalo gw ada di posisi itu saat ini, cuman emang frustrasi aja ketika rencana lu gak berjalan semulus yang diharapkan :( Gw bener-bener tersanjung dengan pujian lu, tapi gw merasa masih jauh dari kata layak buat mendapatkan itu. Gw cuman penulis FF (saat ini setidaknya) yang sedang mengerjakan draft pertamanya. Gw yang sebenernya beruntung bisa kenal dengan lu dan juga penulis-penulis hebat lainnya, apa pun media kalian, yang menurut gw lebih inspiratif buat penulis-penulis yang mau ato sedang berkarya. Penulis seperti lu yang menurut gw lebih berkontribusi ke ekosistem platform ini; gw yakin bukan gw doang yang merasakan itu kalo mereka baca karya lu! Dan ini juga berlaku buat temen-temen author FF yang mungkin nemu post ini; apa yang kalian buat berhasil nunjukkin kalo FF bisa punya nilai yang gak kalah dengan fiksi orisinal. Gw harap kalian bisa mengapresiasi diri kalian atas pencapaian tersebut :D
•
Reply
Hedj__
Hi! Seneng rasanya dapat kabar bahwa u baik-baik aja di sana. Ane turut bersimpati sama kondisi yang u alami.
Sebagai sesama rekan, ane mungkin paham gimana rasanya bertahan dalam proses kreatif yang secara alami sangat sepi dan rapuh. Sebab, menurut ane menulis itu aktivitas yang soliter, penuh keraguan, mudah bikin orang stagnan, dan sering bikin orang ngerasa disalahpahami.
Ditambah lagi kesibukan RL, terkadang bikin apa yang sudah direncanaain nggak selalu sejalan dengan realitas. Dan menurut ane, itu fine dan sah-sah saja. Menulis adalah tentang proses, dan proses biasanya diikuti dengan harga yang harus dibayar. Ada yang lambat dan ada pula yang mahal. Tapi ane percaya bahwa semua proses nggak akan pernah mengkhianati hasil, setidaknya untuk diri sendiri (padahal ane sendiri juga sama was-wasnya, wk). Misalnya seperti kayak yang u barusan bilang soal feedback dari fitur poll, ane rasa itu tanda bahwa proses yang u jalani ternyata nggak sia-sia serta layak buat diperjuangkan seterusnya.
Ane berharap u masih tetap semangat nulis. Semangat ngasih support tulus yang mungkin nggak u sadari menularkan dampak positif dan sangat membantu ekosistem ini lebih sehat. Semangat yang u pancarkan buat kita semua.
Salam,
—Hedj.
•
Reply