Yi Juhwan sang putra mahkota yang diam-diam selalu datang ke kedai bulan milik Yeonwoo setiap bulan purnama, menjalin kasih rahasia saat malam, dan menyatukan tubuh mereka dengan hangat.
“Haa… hh… sial…”
Kontraksi itu mulai sejak ia bangun pagi tadi. Mula-mula hanya seperti kram biasa. Tapi menjelang siang, nyerinya datang dalam gelombang. Panas. Menekan. Mencengkeram.
Yeonwoo sudah tahu… waktunya hampir tiba.
“Tunggu sebentar lagi ya, Nak… aku akan… akan bersiap…”
Tapi napasnya makin pendek. Tangannya gemetar saat mencoba menyiapkan air hangat, handuk, dan bantal tambahan. Ia bahkan tak bisa berdiri terlalu lama. Keringat dingin mulai membasahi pelipisnya.
Di luar sana, lonceng mulai berdentang. Tanda bahwa upacara pernikahan kerajaan akan segera dimulai.
Yang penasaran sama kelengkapan ceritanya, boleh langsung mampir ke karyakarsa aku.
https://karyakarsa.com/Doubbleee/anggur-terlarang-di-kedai-bulan