Aku percaya bahwa takdir hanyalah prank kosmik yang diciptakan oleh alam semesta, yang menjadi lelucon besar yang seringnya tidak lucu, tapi selalu berhasil membuat hidup terasa seperti naskah tanpa editor. Dengan segelas kopi dingin di tangan dan gulungan tembakau yang entah keberapa, aku biasa menulis kisah-kisah melankolis tentang kehilangan, pertemuan, dan hal-hal yang bahkan aku sendiri tak sepenuhnya pahami. Saat tidak menulis, aku sibuk mempertanyakan keberadaan korek api yang seharusnya ada di saku, atau berdiskusi diam-diam dengan langit malam mengenai alur cerita yang terasa terlalu nyata.
- JoinedApril 15, 2020
Sign up to join the largest storytelling community
or