Hai, baca story ku yang baru yuk. Buat yang suka teenlit silakan mampir yaasiapa tau sukak
.
Dengan tenang Alfan merobek kertas selembaran itu. Sorot matanya tajam ketika menjejaki satu per satu tulisan yang tersusun di sana. Lalu mendengus sebal saat melihat Fanya yang tak lagi mengunyah permen karet. Tak lama kemudian ia mengetuk dahi Fanya dengan kedua jarinya pelan.
"Apa?" ketus Fanya melirik Alfan yang ada di sebelahnya. Matanya langsung terbelalak melihat cowok itu merobek kertas yang ada di mading sekolah. "Balikin kertas itu, Fan!"
"Gue nggak nyangka ucapan lo sebijak ini waktu jadi calon Kartini," terang Alfan terkesima.
"Emang sekarang nggak?"
"Hidih, nggak ada manis-manisnya!"
"Lo pikir gue endorse Le Kuda, Hah!" Tak tanggung-tanggung Fanya menjitak kekasihnya.
"Biar aja, bentar lagi lo kena azab."
"Azab apaan?"
"Terlalu sering menyakiti kekasih, cewek bernama Fanya dilarikan ke rumah sakit gila karena tak bisa berhenti mencintai kekasihnya,"
"Azab macem apaan itu, Fan. Jahanam!"
https://www.wattpad.com/654816701-murid-tempelan-sekolah-grasindostoryinc-bab-1-part