HelloArt_2

Hay kakak izin promosi yaa♡
          Yuk semuanya mampir keceritaku satu ini~
          
          Cerita dijamin seru dan alur cerita tidak mudah ditebak,banyak nya misteri dibalik tumpukan masalah bakal membuat kalian berpikir keras dan penasaran.
          
          Konflik² yang bikin emosi kalian naik turun mengikuti alur cerita,kesal sedih marah kecewa senang jadi satu.yakin ga mau mampir?
          
          
          Mampir kuy Jadwal update Sabtu-Minggu
          Ga mampir dijamin nyesel banget-!! 
          Langsung gas masukin perpus kuy lah~
          
          https://www.wattpad.com/story/280118149?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=story_info&wp_page=story_details_button&wp_uname=HelloArt_2&wp_originator=D8PA%2BjC3XQ3SqmOFhz7Mi179MyDxXt5wk9kYM%2BuVRiVGlcWVEuKijNo7Zq79T9rYG0sQh9KqYXmiSD%2FN3jERnviUIW2iRl98OwqytQgzKQ15WkCAN82FOkzmct80Q74P
          

hendriksiv74

Hallo, ini Biya. Khaliluna Anbiya. 
          Gadis lapuk di awal 30-an tahun yang masih enggan melepas masa lajangnya.
          
          Siapa peduli kalau orang-orang menyebutnya perawan tua? Mereka bahkan tak segan-segan menjadikan Biya sebagai pusat bisik-bisik dan perhatian.
          
          Tapi bagi Biya semua itu nggak penting. Toh gadis yang sudah menginjak umur kepala tiga itu selalu berprinsip "Selagi gue bahagia, persetan sama omongan orang."
          
          Begitulah sekiranya keyakinan teguh yang selalu Biya pegang. Lagipula nggak ada yang salah dari hidupnya. Lajang itu bukan AIB. Lajang jaman sekarang itu trendi. Right?
          
          Tapi kehidupan Biya yang terbilang aman dan bebas hambatan itu seketika jungkir balik saat Om Bagas memintanya mengisi posisi sekretaris menejer baru yang sekarang tengah kosong.
          
          "Aargh! JINGGA SIALAN!"
          
          .
          
          Askara Jingga. Bujang. 27 tahun. Songong, sombong, minus etika - dan anggap saja bisu. Tipikal bos-bos rese yang hobi menyiksa bawahan. Selalu sengit tiap kali menatap keberadaan Biya.
          
          Bagi lelaki blesteran Korea dan setengah surga itu, sosok Biya sudah seperti sumber dari segala macam masalah dan kesialan.
          
          "Kalau kamu manusia yang punya etika, kamu pasti tau namanya hukum timbal balik."
          
          Sial! Apalagi yang bisa Biya lakukan untuk mengembalikan hidupnya ke posisi semula - terbebas dari segala keruwetan ini? Kalau sepanjang hari dia harus berurusan dengan makhluk minus etika seperti Askara Jingga?
          
          Dibaca dulu gess..
          Pelan-pelan, tarik napas..
          Simpang di daftar bacaan..
          Tungguin notifikasi update..
          Siapa tau suka :)
          
          https://www.wattpad.com/story/234309515-ending-choice