elaralumea

Chapter terbaru We Were Never Meant sudah update yaaa

laili_ra35

Halo, selamat malam.
          
          Perkenalkan saya Laili, Hunter dari PT. Alzora Diana Pustaka, tertarik untuk menerbitkan cerita kakak yang berjudul We Were Home, karena alurnya yang kuat, gaya penulisan yang enak dibaca, dan punya daya tarik tersendiri. Berharap akan ada banyak orang yang bisa membaca cerita yang bagus ini.
          
          Penerbit Alzora Diana Pustaka dijamin amanah. Kakak bisa cek sendiri di Ig kami: @alzora_diana_pustaka
          
          Jika kakak berkenan untuk menerbitkan bersama kami kakak akan mendapatkan fasilitas dengan syarat yang berlaku.
          
          Jika cerita kakak belum diterbitkan/dipinang di tempat lain, serius, dan berminat menerbitkan bisa hubungi kami via WhatsApp : 085749859077

SaralaOleenab

Halo, Kak. Perkenalkan saya Sarala Oleena dari Penerbit Al Najjah publisher. Saya bermaksud untuk meminang cerita Kakak untuk terbit gratis di penerbit kami dengan minimal terjual 3 eks masa po. Jika Kakak bersedia, Kakak akan mendapatkan benefit berupa; 
           
          - Buku ber-ISBN (minimal cetak 50 eks)
          - Ber- QRCBN 
          - Logi best seller jika mencapai cetak 60 eks
          - Free Editing, layout, dan cover. 
          - Royalti 20% setelah mencapai minimal eks yang terjual 
          - Banner promosi
          - Sertifikat cetak 
          - Souvenir 
          - 2 kali PO
          
          Ketentuan naskah
          
          - ditulis di word
          - Satu naskah minimal 55 halaman A5
          - font calibri 12
          - magrin 2cm
          
          Untuk informasi lebih lanjut, Kakak bisa hubungi nomor berikut; (0895351143560)

elaralumea

Chapter terbaru sudah aku update ya. Jangan bingung, walaupun babnya berkurang, bab terbaru yang aku update tetap lanjutan dari bab sebelumnya. 

TeoriKataPublsihing_

@elaralumea Heeluu kak Elle! ^^
            Perkenalkan, aku Tika AJ dari Teori Kata Publishing
            
            Tika baru aja baca karya Kakak, "We Were Home", dan jujur Tika suka banget sama alurnya. dari cara Kakak menulis, setiap narasi demi narasi kaya cantikk banget, emosinya juga dapet, feel nya naympe banget, Tika bisa lihat kalau karya Kakak Pilihan katanya rapi, dan vibe tulisannya itu kerasa flow, berasa di Tarik banget kedalam ceritanya...
            
            Selain itu, Tika juga lihat karya kakak yang punya insight yang tinggi dan kakak juga terlihat aktif sama pembaca setia karya kakak. Buat kami, itu adalah tanda bahwa cerita Kakak punya value tinggi dan pembaca rela mengikuti perjalanan ceritanya dengan antusias. ✋
            
            Karena daya tarik yang luar biasa itu, Tika ingin sekali mengajak Kakak untuk berkolaborasi menerbitkan cerita ini menjadi buku cetak bersama Teori Kata. Kami percaya karya Kakak sangat berpotensi menjangkau pembaca yang lebih luas dalam bentuk buku fisik, dan kami ingin membantu memastikan prosesnya berjalan nyaman, rapi, dan profesional.
            
            Di Teori Kata, kami tidak hanya bertugas menerbitkan buku, tapi juga menjadi partner kreatif yang mendampingi setiap langkah penulis, mulai dari penyuntingan layout, desain Cover, tata letak, sampai strategi promosi.
            Kami menyediakan dua opsi penerbitan fleksibel yang bisa Kakak pilih sesuai kenyamanan dan kebutuhan Kakak:
            
            1. Terbit GRATIS (dengan royalti hingga 30%), atau
            2. Self-publish (royalti 100% sepenuhnya untuk Kakak).
            
            Jika Kakak tertarik atau ingin tanya-tanya lebih dulu, bisa langsung balas pesan ini yapp, atau hubungi Tika lewat WA: +62 877-7669-0883 (bisa lampirkan screenshot penawaran ini ya supaya aku langsung tahu ^^).
            
            Kakak juga bisa melihat karya-karya inspiratif penulis lain yang sudah terbit bersama kami di Instagram: @teorikatapublishing ♡
            
            Tika sangat berharap bisa bekerja sama dengan Kakak dan melihat "We Were Home" hadir sebagai buku cetak yang bisa dinikmati lebih banyak pembaca.
            
            -TA
Reply