Hai kak,
Aku sengaja kirim komentar di sini biar kakak baca pesanku. Aku baru selesai marathon Horizon dan jujur aku cuma bisa diem beberapa menit. Aku bahkan gak tahu harus komentar apa karena kepalaku masih penuh sama adegan psikopat di bab 24. Shock gila. Pantas aja bab sebelum nya disuguhi yang scen romantis yang manis ternyata berakhir tragis. KAK INI SANGAT KEJAM
Pas Sastra dibinasakan dan diperlakukan kayak gitu aku takut. Rasa nya pengen masuk ke dalam cerita buat nolongin dia. Meski pun ini cuma karakter, penderitaannya terasa nyata sampai aku ikut sesak. Kakak berhasil menciptakan antagonis yang luar biasa. Aku gak nyangka sebuah cerita bisa bikin marah, takut, sedih, cemas, dan emosi dalam satu bab yang sama. Sekarang aku cuma bisa berharap Horizon dikembalikan ke genre rom-com yang gemes karna jujur aja aku belom siap menghadapi konflik Psikopat Kael. Baca bab 25 yang baru masuk konflik aja rasanya mual, kepala sakit mikirin tiori dan nebak siapa pengkhianat nya
Selamat ya kak, kamu berhasil bikin aku stres, emosi, degdegan dan gak bisa move on dari part pembantaian Sampai sekarang aku masih kepikiran Kael, Sastra, dan reaksi Raeken setelah Sastra digituin. Bener bener meninggalkan bekas di kepala