AYeStory

Hai guys, mampir yuk ke cerita “Think About Us.”
          [update hari sabtu atau minggu]
          
          https://my.w.tt/DTWaJ3FUtcb
          
          [FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA. JANGAN LUPA VOTE DAN COMENT JUGA GUYS]
          
          Aiden William Abhivandya, sosok cowok cuek yang memiliki daya pikat sendiri. William bisa mencuri perhatian kaum hawa dengan sikap acuh-tak acuhnya atau dengan perilakunya yang terkesan tidak peduli.
          
          Ia juga memiliki aura misterius yang justru bikin para kaum hawa merasa tertantang untuk menaklukkan. Pesona alaminya bisa membuat orang-orang makin penasaran dan ingin mengenal pribadinya lebih dalam.
          
          Perasaan itu menyelip muncul ketika dirinya bersama dengan Aceline Aquene Pratama. Awalnya memang hanya perasaan tertarik dan kagum padanya, namun lama kelamaan perasaan itu berubah menjadi rasa ingin memiliki dan rasa ingin selalu menghabiskan waktu bersamanya.
          
          ***
          
          Aceline Aquene Pratama orang dengan tipikal friendly. Elin pembawaannya yang sangat ramah, baik hati, dan bahagia seringkali memberi kesan positif di manapun dirinya berada. Tak heran, jika Elin yang friendly selalu di tunggu-tunggu kehadirannya dan menjadi favorit hampir semua orang.
          
          Sikap dingin Aiden William Abhivandya ini yang tidak responsif, tidak berperasaan, tidak simpatik, acuh tak acuh, dan cuek membuat Elin mulai tertarik dengan dirinya.
          
          Sikap William yang unik atau perilakunya yang enggak bisa Elin temukan saat berhubungan dengan sang kekasih menjadi rasa ingin memiliki dan rasa ingin selalu menghabiskan waktu bersama William.
          
          Story by Sigaja

Dark_Peppermint-_-

Hai Kak, jika berkenan baca ceritaku yuk!
          
          ZeDio and Their Beloved Girl
          
          Cuplikan:
          
          "Mana kacamata lo?"
          
          Nami menoleh tanpa minat. "Di rumah." Lalu kembali fokus pada bukunya.
          
          "Kok gak dipake? Gak rabun?" Zelan sebenarnya tak tahu Nami rabun atau silindris, atau apa pun penyakit matanya. Ia hanya menebak saja. Paling rabun jauh karena kebanyakan orang begitu.
          
          "Gue pake softlens."
          
          Emosi Zelan memuncak. "Softlens?" pekiknya membuat Nami keheranan. "Ngapain lo pake softlens, ha? Lepas!"
          
          Mulut Nami perlahan terbuka. Apa-apaan orang seram satu ini? Dia kira dia siapa sih? Sebisa mungkin Nami berusaha sabar dalam membalas ucapan Zelan yang terdengar seperti pacar posesif yang tak suka kekasihnya berubah karena laki-laki lain itu (hahaha... Nami hampir tertawa memikirkan Zelan adalah kekasihnya, hahaha... benar-benar lucu), "Gue gak bisa lepas."
          
          "Kenapa?" bentak pemuda itu, tak sadar suaranya didengar oleh seisi kelas. Nami yang sadar akan hal itu hendak memberi tahu. Namun Zelan lebih dulu melanjutkan cemburu butanya, "Ah, gue tau! Biar lo bisa bebas kecentilan 'kan?"
          
          Ha? What the....
          
          Nami semakin terperangah, begitu pun yang lain.
          
          "Pokoknya lepas softlens lo! Gue gak suka liatnya. Besok lo harus pake kacamata lagi!"
          
          https://www.wattpad.com/story/160035845