Penulis: Wtnbe Rin
[Pembasmi Tikus - Thriller - Psycological - Unreliable Narator]
"Mati saja kau," kataku menendang tikus di bawah tiang listrik itu.
Jalanan masih basah nan lembab, banyak air menggenang dengan rintik-rintik yang membuat pola demi pola. Namun cairan darah dari setiap bangkai tikus membuat warnanya menjadi hitam, atau merah gelap jika ada cahaya dari lampu jalan.
Benci sekali, dunia dipenuhi tikus besar dan tikus kecil. Mereka bau, terutama pada saat hari menggelap. Jijik sekali melihat mereka berlarian, aku tidak pernah sudi bersentuhan dengan mereka.
Jadi, kubunuh saja.
Tudung jaket cokelatku cukup menghangatkan tengkuk, setelah tadinya tak sengaja didorong oleh tikus yang memakai jas hijau. Dia juga membawa botol hijau. Mencicit-cicit nyaring seolah mau mengataiku dan menantang berkelahi.
Aku menusuk matanya, dia memukulkan botol hijau itu ke pundakku hingga retak. Memangnya bisa sekuat apa tikus, sekalipun badannya besar, kusayat dalam lehernya juga mati.
Kutinggalkan saja dengan pikiran siapa tahu tikus itu akan kembali ke selokan.
"Hei, hei!"
Seorang gadis bersetelan kemeja melambai padaku, geraknya tidak karuan dengan wajah memerah. Langka sekali menemukan manusia lain di muka bumi. Perempuan itu merangkulku, lebih tepatnya menjatuhkan dirinya pada bahu kiriku seolah bertemu dinding pagar yang bisa menopangnya.
"Kau siapa?" tanyaku.
Dia menggeleng kuat, mendorong dirinya sendiri dari tubuhku.
"Tidak penting!" sergah perempuan itu meraba tanganku. Tidak tahu apa yang ingin ia lakukan, aku mengangkat pergelangan tangan tinggi-tinggi. Aku masih menggenggam pisau, berbahaya untuk manusia sepertinya. "Kau pembunuh," ucapnya memberi label, "tolong, kumohon buat aku mati."
"Kau manusia. Aku hanya pembasmi hama. Banyak tikus menggantikan manusia." Aku berusaha menjelaskan, semoga dia paham maksudku.