[chimonachie — Winter Neumann]
Winter Neumann, udara dingin merayap dan mulai memainkan helai rambutmu yang menyembul nakal dari ushanka. Wajahmu tenang, mata indahmu berselaput aurora, dan kelopaknya adalah awan yang senantiasa bergerak lamban.
Gerak-gerikmu masih saja seperti dulu, walau diam, magnet dalam parasmu merayuku untuk terpaku.
Puja-puji saja mungkin tak akan cukup menggambarkan bagaimana mataku dibuat buta, hatiku pasrah saja, dan pikiranku yang mulai menggila.
"Ada apa, Robin?" tanyamu peka.
Kuberikan senyum paling manis, "mengagumi keindahanmu, Spring Everly."
Wajahmu malu-malu, "kau berbual lagi!"
Memang, yang tersisa dariku adalah kebohongan, sebab kejujuran sudah lama terkubur—bersama raga Winter Neumann di musim salju tahun lalu.