Resti Queen
[Your Beautiful Prison - Romance - Dark Romance - Living Together - Tokohnya Red Flag]
Nyeri dapat kurasakan begitu bagian kepalaku terbentur --ekhem, dibenturkan ke tembok. Aku meringis, memegangi bagian kepala yang membuat mataku sampai buram akibat dari dampak keras benturannya. Lantas, aku membola ketika merasakan basah dari sana. Tanganku bergetar manakala kutarik telapak tanganku dan kutengadahkan, ada cairan merah segar di sana. Napasku tersengal seiring air mata yang jatuh.
"Astaga, Love. Kau berdarah. Sungguh, aku tidak bermaksud sejauh ini." Laki-laki di hadapanku--orang yang sudah tinggal bersama denganku dalam dua tahun terakhir--selalu begitu.
"Kau selalu begitu, Adrian. Selalu," isakku kemudian.
Adrian menggeleng, "Tidak. Tidak. Ini hanya ... tindakan impulsif sesaat. Aku adalah orang yang paling menyayangimu dan kau tahu itu."
Dia menghabiskan waktu berjam-jam untuk berucap manis, untuk menenangkan, memeluk, mengobati, dan membiarkan aku tertidur dalam dengkuran halus di delapan hangatnya.
Esoknya, ketika Adrian sudah berangkat bekerja, aku menemukan sebuah kotak perhiasan di atas meja rias. Isinya adalah kalung permata, lengkap dengan secarik surat bertuliskan, "Maaf, Love. Aku mencintaimu. Always."
Aku mengenakan kalung itu lalu meletakkan kotaknya di dalam lemari setinggi dua meter. Sekarang, di dalam lemari 1,5x2 meter itu sudah penuh oleh kotak perhiasan terakhir yang kuisi ke dalamnya. Lemari ini khusus untuk menyimpan kotak perhiasan yang diberikan Adrian setiap kali dia kelepasan memukulku jika tak dapat mengontrol amarah.