flc_writers

*Pengumuman MMW telah tiba! Yey!*
          	
          	Setelah kami melakukan penilaian yang begitu rumit, ini dia para juara di MMW bulan Februari 2026! 
          	
          	Juara 1: @GaladrianEru05 (Wattpad) dengan perolehan nilai 34,1 poin.
          	
          	Juara 2: @chimonachie (Wattpad) dengan perolehan nilai 32,8 Poin.
          	
          	Juara 3: @lavenpichie (Wattpad) dengan perolehan nilai 32,3 Poin.
          	
          	Berkaitan dengan hadiah untuk juara 1 yaitu e-money dan non member mendapat desain cover bisa konfirmasi ke admin Wattpad di nomor 0819-1858-0575 (Ibrahim W) atau 0813-3690-9603 (Resti Q)
          	
          	Oh! Jangan lupakan e-sertifikatnya, ya! 
          	
          	Link: 
          	https://bit.ly/MMWFeb26
          	
          	Demikian Minggu Mini in Wall bulan ini kami akhiri. Terima kasih atas semua partisipan juga karya-karya hebatnya! 
          	
          	Sampai jumpa di MMW selanjutnya, Yay! <3

flc_writers

*Pengumuman MMW telah tiba! Yey!*
          
          Setelah kami melakukan penilaian yang begitu rumit, ini dia para juara di MMW bulan Februari 2026! 
          
          Juara 1: @GaladrianEru05 (Wattpad) dengan perolehan nilai 34,1 poin.
          
          Juara 2: @chimonachie (Wattpad) dengan perolehan nilai 32,8 Poin.
          
          Juara 3: @lavenpichie (Wattpad) dengan perolehan nilai 32,3 Poin.
          
          Berkaitan dengan hadiah untuk juara 1 yaitu e-money dan non member mendapat desain cover bisa konfirmasi ke admin Wattpad di nomor 0819-1858-0575 (Ibrahim W) atau 0813-3690-9603 (Resti Q)
          
          Oh! Jangan lupakan e-sertifikatnya, ya! 
          
          Link: 
          https://bit.ly/MMWFeb26
          
          Demikian Minggu Mini in Wall bulan ini kami akhiri. Terima kasih atas semua partisipan juga karya-karya hebatnya! 
          
          Sampai jumpa di MMW selanjutnya, Yay! <3

cindi_cr

[Cindy CR - Bunga es abadi]
          
          Nenek duduk di depan jendela seperti biasa, merajut kain untuk dijadikan syal. Dia terlihat lebih diam dari hari biasanya, aku tak mendengar keluhan ataupun ceritanya tentang masa lalunya yang panjang. 
          
          Di luar badai salju terlihat sedang mengamuk, serpihannya melayang di udara apabila terkena lampu nampak kilauan yang begitu cantik.
          
          Aku duduk di depan perapian menatap api yang begitu menghangatkan, tak ada lagi tempat hangat di rumah ini selain disini. Aku mendengar bunyi tikus berdecit, ini hal biasa ketika musim dingin. 
          
          "Nenek ayo makan malam," ajak ibu. Namun tak ada jawaban. 
          
          Aku mendekat ke arah nenek dan melihat tubuhnya membiru. Syal yang ada ditangannya sudah jadi membentuk lukisan bunga yang terkenal di daerah ini, bunga abadi. 
          
          "Ayah! Siapkan gudang belakang!" teriak ibu. 
          
          Ibu sangat ketakutan karena pada musim dingin manusia tidak diperbolehkan untuk mati, menurutnya. Kultus yang diikuti oleh orang tuaku sangat ekstrim. Kematian seseorang di musim dingin bisa ditandakan sebagai petaka. Padahal tak ada yang bisa menebak akan kematian. 
          
          Hari ini aku melihat nenek tertidur di gudang dan tubuhnya dibiarkan menjadi makanan tikus. Syal ia buat aku simpan. Semoga nenek tenang di alam sana.

lavenpichie

[Lavenpichie - Tuan Winter dan Bocah Pisang]
          
          SETIAP langkahku disertai asa, tergantungnya harapan, dan hilangnya kepercayaan.
          
          Di bawah doa-doa yang dipanjatkan, kupandangi satu per satu dari mereka yang merasa patah. Keinginanku untuk membantu takkan pernah sehangat senja dengan dedaunan rontok, maupun pagi yang memiliki kelopak bermekaran.
          
          Karena, bagi mereka, aku hanyalah—
          
          "Winter," panggil seseorang. 
          
          Anak berbaju pisang itu kembali muncul. Kali ini, ia membawa seekor kucing yang tubuhnya masih membiru. Mereka bermain bersama di hadapanku. 
          
          "Pergilah," kataku, "jangan tersesat terlalu lama, Roh Kecil." 
          
          Sebuah tawa keluar dari si Bocah Pisang. "Tersesat apanya? Tubuhku jadi super ringan sekarang. Kamu telah membebaskanku dari dunia yang kejam, Tuan Winter!" 

GaladrianEru05

@ _restiqueen_  gpp, semua sudah semestinya kembali seperti semula 
Responder

Ci_Sheng

[Chi Sheng - Unfurtune Kid in Winter]
          
          Diperjalanan pulang. Bayi manusia terbungkus kain tergeletak di depan gerbang rumah. Salju menutupi tubuhnya, mirip dengan bulu saya. Badannya gemetar dan kebiruan. Saya menatapnya cukup lama, sebelum melompati pagar dan masuk ke rumah lewat celah jendela.
          
          Saya mengeong pada wanita tua yang tertidur di kursi goyang dekat perapian, pada suami-istri didapur, dan pada anaknya yang minum secangkir air hangat. Mereka tak mengerti. Saya bolak-balik berjalan mencoba menarik perhatian, hingga lelah dan ketiduran.
          
          Esoknya, bayi manusia telah mati.
          
          Tahun lalu, saya dipungut dari dinginnya jalanan London. Kesempatan kedua yang diberikan oleh keluarga ini---sebuah keberuntungan yang sayangnya tidak menghampirinya.
          
           

Ci_Sheng

@ _restiqueen_  Nggak apa-apa, dia udah bahagia di Syurga. :)
Responder

Chimonachie

[chimonachie — Winter Neumann]
          
          Winter Neumann, udara dingin merayap dan mulai memainkan helai rambutmu yang menyembul nakal dari ushanka. Wajahmu tenang, mata indahmu berselaput aurora, dan kelopaknya adalah awan yang senantiasa bergerak lamban.
           
          Gerak-gerikmu masih saja seperti dulu, walau diam, magnet dalam parasmu merayuku untuk terpaku. 
           
          Puja-puji saja mungkin tak akan cukup menggambarkan bagaimana mataku dibuat buta, hatiku pasrah saja, dan pikiranku yang mulai menggila.
           
          "Ada apa, Robin?" tanyamu peka.
           
          Kuberikan senyum paling manis, "mengagumi keindahanmu, Spring Everly."
           
          Wajahmu malu-malu, "kau berbual lagi!"
           
          Memang, yang tersisa dariku adalah kebohongan, sebab kejujuran sudah lama terkubur—bersama raga Winter Neumann di musim salju tahun lalu.

_restiqueen_

@Chimonachie  Ini yang setor MMW pada jago banget bikin angst, ya. 
Responder

Anphibi

An— Hunter and Witch. 
          
          Seorang penyihir paling tidak berperasaan juga bisa menangis, persis ketika salju kembali turun. Musim dingin membekukan waktu dan harapan jarum jam diputar ulang membumbung tinggi.
          
          "Witch, aku bisa memutar waktu kembali agar kamu bertemu cintamu asalkan—"
          
          "Jens tidak akan senang hidup di atas kematian orang lain."
          
          Si pemburu terkekeh pelan. "Aku akan membekukan waktu kalian, bahagia di sepanjang musim dingin."
          
          "Kami lebih suka musim panas di dermaga." Si penyihir berbalik, wajahnya tidak lagi cantik, tetapi bibirnya tersenyum tipis. "Hunter, kau harus memahami bahwa musim dingin akan selalu berakhir, dan itu berarti merelakan."  

Anphibi

An 
          [Gambaran Dingin] 
          
          Musim dingin tanpanya bagai siksaan.
          
          Menyusuri jalanan bersalju tebal, berjaga akan Pemangsa Emosi, sendirian tanpa seseorang yang menjaga punggung.
          
          River kehilangan harapan, nyaris jatuh, nyaris melupakan apa tujuannya.
          
          Dunia yang diselimuti salju adalah dirinya, bersih tanpa emosi, seorang boneka hidup yang dilepas di dunia nyata. Tanpa dukungan, mencoba mencari tahu siapa dirinya.
          
          Lantas, air mata yang jatuh memunculkan danau kecil. Wajah sang tuan putri terpampang, mata sinis yang sama, suara yang dirindukan.
          
          "Rivera? aku akan menemukan dirinya." 
          
          Itu menjaga kewarasannya.
          
          Pemangsa Emosi bersiap, emosi dalam dirinya muncul tanpa terduga. Itu kerinduan.
          
          Kerinduan yang tidak dia biarkan termangsa oleh alasan apapun. 

Anphibi

An
          [Musim Dingin Tahun Ini] 
          
          Sungguh sayangku, katakan padaku bahwa musim dingin ini hanya sekelebat angin lalu.
          
          Sungguh ibuku, sambutlah diriku dalam pelukan hangatmu. 
          
          Sungguh ayahku, botol-botol alkohol milikmu adalah yang terbaik di kota kecil tempat kita bernaung.
          
          Sungguh kotaku, musim dingin tahun ini tunggulah aku kembali selepas menebus kesalahanku. 
          
          "Aku akan mengurangi upeti dan mengirim banyak pasokan makanan jika kau singkirkan pedangmu!" 
          
          Sungguh tuanku, perkataanmu persis kebohongan tahun lalu. 
          
          Darah di gagang pedangku merah terang, kontras dengan salju yang kini memasuki jendela kastil megahmu. Dingin ekstrim yang tidak pernah kau lalui tanpa selimut tebal di ranjang mahalmu kini merenggut hangat kekuasaan itu. 

_restiqueen_

@Anphibi  Deep sekalih. Kek janji-janji kampanye yang gak kesampaian. 
Responder

GaladrianEru05

(Tara Galadrianeru- When Winter Vanished.)
          
          Amerta kembali memutar jarum jam, di atas perapian untuk keempat kalinya. Setiap detaknya mundur, musim dingin kembali membekukan hari sebelum semuanya berubah.
          
          Felicya menatap jendela. “Musim ini tak pernah usai. Kenapa, ya?”
          
          Amerta tersenyum tipis. “Mungkin hanya perasaanmu. Bukannya kemarin kita belanja untuk musim gugur?”
          
          “Hentikan. Aku tahu telah terjadi sesuatu dalam keadaan ini."
          
          
          “Felicya,” lirih Amerta gugup.
          
          
          “Tapi, kamu takut menghadapinya. Kita telah lama saling mengenal.”
          
          
          Jantung Amerta seolah runtuh.
          Jarum jam berhenti. Salju berubah pusaran putih mengurung tanpa jalan keluar.
          Amerta menahan hari itu berulang. Penjelajah waktu tidak boleh menetap.
          
          Felicya lenyap, dan musim dingin tidak pernah kembali.
          

_restiqueen_

Resti Queen - Winter In Bludhaven
          
          Musim dingin bertambah dingin di Bludhaven, menusuk ke tulang hingga menggerogoti hati yang semakin lama semakin kesepian. Apartemen besar itu kini hanya diisi olehku sendiri, meninggalkan memori kebersamaan yang kian menyayat hati. Masih berbekas jelas pada setiap sudut ruang; pelukan mesra di sofa depan televisi, a stollen kiss di dapur saat aku memasak, atau keusilannya saat aku membereskan apartemen, hingga dia yang duduk tenang dan curi-curi gambar ketika aku membaca di dekat jendela.
          
          "Dick Grayson kekasiku ... mengapa kau pergi begitu cepat?"
          
          Dalam gumamanku ada tekad untuk membalas dendam atas kematiannya yang direnggut oleh penjahat tak berperasaan.

vmndetta

@_restiqueen_ ril kak. lebih baik dia yg matih drpd kitah
Responder

_restiqueen_

@vmndetta  ehehehe daripada aku yang mati. 
Responder