Kepintaran yg haqiqi...
"Notif jebol" itu berarti ia ikut masuk dalam komenan, baru tuh bisa dinamakan "notif jebol." Ini sama sekali ga masuk, eh "notifnya kok bisa jebol?" Kepintaran yang patut diberi tepuk tangan...
Akun sebelah banyak vote-nya?? Perhatian amat sampe2 gue tahu??? Haha jd orang jangan statis Napa. Ga mau nyari bukti. Kan situ2 pada yang nanyain? Pintar sekali. Tinggal buka pencarian ketik onoh, muncul keles. Baru nyemplung WP toh? Pernyataan retoris yang sama sekali ga perlu dijawab. Dasar bunglon2... Pintar boleh, sok kepintaran jangan yaa. Dah berapa banyak gue nemuin kepintaran2 itu di kalian? Satu, dua, tiga, berapa?
Malu gue pernah klaim SSL garis keras. Kata2nya ga bisa memanusiakan manusia. Lo yang "katanya" diklaim salah bisa dihujat pake bahasa binatang. Ck, perkataan konyol yang sama sekali ga patut dicontoh? Etika kritik-mengkritik-nya ZONK???
Point gue ya, ADAB. Coba geh cek siapa yang paling gue urusin panjang setelah ff gue dihajar? Kalo gak yang kesopanannya murahan yang yang berilmu. Mau gue serep ilmunya tapi kenyataan malah ZONK. Ngrasa punya malu ga sih?
Mau cari pembelaan senior tingkat apapun Yo Monggo, wong yang tahu attitude dalam diri Lo ya Lo sendiri. Minus attitude atau yang beberapa gue sebutin kan lo2 ya ngrasa. Wkwkwk kok makin kesini banting setir kemana-mana, bilang gue pv-lah, arogan-lah. Kalo sejenis yang kata NIKO, sih oh yang salah paham bisa disebut tempramen ga tuh?!
Arogan bagi gue ya ga bisa menempatkan bahasa kebangsaan khas tayi kucing yang sayangnya dijadikan pembenaran dalam "kritik-mengkritik." Tahulah, yang balik lagi muter2 siapa??
#sopan itu berlanjut, bukan cuma diawal doang. Nggilani, dah ditanyain baik2 masih sopan?