Ada kejadian lucu semalam. Salah satu reader-ku nanya buku apa lagi yang harus dia baca, terus aku kasih beberapa rekomendasi. Nah, aku sempat bilang, “Oh iya, aku punya satu karakter Seungmin yang hidup.”
Dia langsung, “Hah? Maksudnya?”
Yaudah, aku jelasin lah maksud “hidup” itu. Aku memang menempatkan para tokoh AU-ku sebagai aktor, sementara aku ini sutradaranya. Cara aku nulis cerita biasanya memang dari apa yang aku lihat di kepala. Jadi aku tinggal mengarahkan para “aktor” ini buat ngikutin jalan cerita yang udah aku lihat.
Aku bilang, dari sekian banyak karakter Seungmin yang pernah aku buat, Setha ini satu-satunya yang nggak mau diatur. Dia maunya jalan sendiri. Banyak marah-marah, ngamuk, nggak mau dengerin arahan. Bener-bener bikin aku nguras energi.
Terus aku cerita juga kalau Setha ini terlalu terobsesi sama Lioran. Mau aku arahin ke scene lain nggak mau. Maunya Lioran terus. Mau dapetin Lioran, mau menaklukkan Lioran, mau tundukin Lioran, pokoknya otaknya isinya Lioran melulu. Bla bla bla...
EH, TIBA-TIBA TIKTOK GUE MENTAL. KELUAR.
Dan yang paling ngeselin...
TULISAN PANJANG LEBAR TENTANG SETHA DAN LIORAN YANG BARU AJA GUE KETIK HILANG SEMUA!
Biasanya kalau aplikasi ke-close, tulisan yang udah kita ketik masih suka ada sebagai [draf], kan? Ini nggak ada. Hilang. Lenyaaap.
Aku cuma bisa ketawa kaku.
Setha... lu beneran nggak mau gue bahas, ya?
Segitunya lu musuhan sama author sendiri sampai tulisan gue tentang lu aja lu hapus?
Jangan-jangan selama ini bukan gue yang nulis Setha.
Setha yang nulis dirinya sendiri. Gue cuma tukang ketik.