haliraaeriss

Sore, maaf lama gak ngasih kabar. Aku akhir-akhir ini lagi kena writer's block, jadi susah mau nulis. Ide ada, namun rasanya susah banget mau menuangkannya ke dalam bentuk cerita.
          	
          	Untuk KKK S2, aku gak yakin bisa lanjutin lagi ceritanya, karena menurutku alurnya benar-benar berantakan. Semuanya melenceng dari rencana awalku, dan bodohnya aku baru sadar akhir-akhir ini. Sumpah, ini benar-benar bikin aku kecewa sama diriku sendiri.
          	
          	Aku udah sempat bikin chapter lanjutannya, namun gak sesuai harapan—jadi kuhapus. Rencana nanti mau kubuat ulang, tapi gatau kapan jadinya.
          	
          	Sementara untuk PMYT dan MPD, aku ada rencana untuk update besok. Karena kebetulan untuk kedua cerita itu masih ada sisa chapter yang udah selesai direvisi, jadi bisa lah kupublish.
          	
          	Aku minta kalian jangan terlalu berharap padaku, aku gak berharap buat selalu ditunggu. Tapi makasih buat kalian yang udah mau ngasih aku dukungan secara terus-menerus. <3

tyaaa_syfa

@ Reva_Zhy_Ernesh  setidaknya ada kabar nih, walau agak sedih KKK2 gak up 
الرد

ceyanaxiee

Hai? Maaf mengotori Wall ini, bila kemungkinan mengganggu, diperkenankan untuk dihapus. 
          |||||| Toxic Area❗❗
          
          •Kafarez Aisean Astara (BoBoiBoy Ice) 
          
          Tidak ada banyak prakata yang ingin ku sampaikan. Aku hanya ingin hubungan persaudaraan ini mengerat walau aku dan kalian dari keluarga dan kasta yang berbeda.
          
          Dengan Laut yang menjadi saksi. Semua cerita tentangku dan kalian. 
          
          —000
          
          "Bun, bunda gak bohong kan? kok bunda gak bilang dulu ke Sean?"
          
          "Buat apa bunda bilang kamu terlebih dahulu? ada gunanya juga enggak." dengan santai wanita yang di panggil 'Bunda' itu menyeruput secangkir teh hangat. 
          
          —001
          
          "Anak-anak, selamat datang di rumah baru kalian. Mulai saat ini kita akan tinggal disini dengan tambahan dua anggota keluarga baru. Baik-baik bersikap pada ibu baru kalian, dan kalian bertujuh juga harus akur-akur karena sekarang kalian menjadi saudara."
          
          ***018
          
          Seisi ruangan kini terasa sunyi. Ais menatap manik oranye Blaze dengan dalam. Begitupun sebaliknya. Anak itu berdiri dari duduknya. 
          
          Ekspresinya berganti datar. "Kenapa jadi bawa-bawa kesitu?"
          
          Blaze berdecih ringan. "Apa? Lagian emang nyatanya lo ngerasa gitu kan?" Semuanya gini dijawab oleh pertanyaan. 
          
          "Gua emang ngerasa gitu. Tapi gua nggak berusaha jelas buat kaya gitu. Lo pikir gua nggak mencoba terbuka sama kalian? Gua coba bangsat! Lo aja yang nggak ngerti!" Ucapan akhir Ais bersuara tinggi. 
          
          ||||||——
          
          https://www.wattpad.com/story/393438268?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=story_info&wp_page=story_details_button&wp_uname=ceyanaxiee

haliraaeriss

Sore, maaf lama gak ngasih kabar. Aku akhir-akhir ini lagi kena writer's block, jadi susah mau nulis. Ide ada, namun rasanya susah banget mau menuangkannya ke dalam bentuk cerita.
          
          Untuk KKK S2, aku gak yakin bisa lanjutin lagi ceritanya, karena menurutku alurnya benar-benar berantakan. Semuanya melenceng dari rencana awalku, dan bodohnya aku baru sadar akhir-akhir ini. Sumpah, ini benar-benar bikin aku kecewa sama diriku sendiri.
          
          Aku udah sempat bikin chapter lanjutannya, namun gak sesuai harapan—jadi kuhapus. Rencana nanti mau kubuat ulang, tapi gatau kapan jadinya.
          
          Sementara untuk PMYT dan MPD, aku ada rencana untuk update besok. Karena kebetulan untuk kedua cerita itu masih ada sisa chapter yang udah selesai direvisi, jadi bisa lah kupublish.
          
          Aku minta kalian jangan terlalu berharap padaku, aku gak berharap buat selalu ditunggu. Tapi makasih buat kalian yang udah mau ngasih aku dukungan secara terus-menerus. <3

tyaaa_syfa

@ Reva_Zhy_Ernesh  setidaknya ada kabar nih, walau agak sedih KKK2 gak up 
الرد

haliraaeriss

Jangan jadi silent reader, please...?
          
          Kalian itu pembaca, bukan kriminal yang harus bersembunyi, okayy? Gaperlu sok ga baca padahal aslinya kalian baca. 
          
          Ngasih vote dan komen itu penting loh buat aku. Ga terlalu keliatan karena emang sekarang aku udah jarang balas komentar. Tapi asli, setiap komentar yang kalian berikan itu selalu aku baca dan aku kasih like. 
          
          Kalo misal ada komentar yang gaada likenya bahkan setelah 1 minggu, itu mungkin tanda kalo misalnya aku agak kesinggung sama isi komentarnya. Walaupun sejauh ini baru 2 orang sih.
          
          Yaa—intinya jangan malu atau gengsi untuk ngasih vote dan komen. Masukan dari kalian itu juga penting banget loh buat aku.
          
          Aku ini aslinya selalu nungguin kritik dari kalian, karena aku yakin ceritaku ga sempurna. Jadi kalo misal kalian nemu kesalahanku, bisa tolong beritahu agar aku cepat sadar? 

Ryu_DeMaritta

@QueenParadoxDark 
            
            Kak, aku menghargai pendapat kamu. Tapi cara kamu menyampaikannya itu nyakitin.
            
            Ga semua org pemikirannya kaya kamu, contohnya aku, aku ngerasain apa yg dirasain Rere, pokoknya beberapa dari kami itu sukaa banget kalau cerita nya di vote dan di komen walau cuman 1 org yg setia baca, itu bener bener berharga.
            
            Rasanya kaya kami dihargai, bukan berarti kami lebay, alay, berlebihan, tapi setelah nulis ber jam jam, lalu ad notif komen/vote itu kaya digaji perhari. Bahagia dan senang.
            
            So jangan nyamain org lain kaya lu kocak, Gedeg banget temen gw diginiin sama org ky lu.
            
            
الرد

tyaaa_syfa

@ Delishaaaaaaaa  wajar kak, yg di tulis bxb 
الرد

Delishaaaaaaaa

@ QueenParadoxDark  heh! Lu kira buat cerita semudah angkat tangan? Buat cerita itu! Menggunakan ide+imajinasi, enak aja jadi silent reader, penulis juga butuh dukungan dari para reader nya notifikasi vote+komen+kritik dari readers membuat para penulis semangat untuk mengembangkan ceritanya! Lu juga penulis kan? Seharusnya lu tau rasanya. 
الرد