mutar46

Rekomendasi cerita 
          Aku tidak menjanjikan Apa-apa cuma baca aja dn kamu akan merasakan apa yang namanya jungkir balik perasaan mu 
          
          PBB [Project Big Boss]
          
          part 48 [Troublemaker]
          
          Cuplikan adegan Arli n Rena :
          
          Pardon, Prince?" suara Arli hampir tertahan di tenggorokannya. "Are you Prince?"
          
          Bukan hanya Arli yang tampak aneh melihat yuda. Rena juga tak kalah shock.  Bibirnya sampai beku dan dia sulit percaya. Arli melihat Rena dan dia terkekeh geli.
          
          "Kau dengar pria gila itu bilang apa?" nada suara Arli mengejek. "Dia bilang--"
          
          "Aku memang pangeran," tegas Yuda memotong perkataan Arli. "Namaku bukan cuma Yuda. Nama lengkap ku Antonio Yuda Buckley. Aku dari kerajaan Zadiech. Ayahku Raja Winston. Aku putra kedua dari Raja Winston. Itu kenyataannya Mr Moreno."
          
          Hening. Arli masih tidak menanggapi penjelasan Yuda begitu juga Rena. Dia malah tampak menutup mulutnya yang melongok, ada butir keringat dingin yang menetes di pelipis Rena.
          
          "Aku kabur dengan Yunka."
          
          
          
           
          Yg mau penasaran baca klik tulisan di bawah ⬇ ini :
          
          https://my.w.tt/yunshmQg85
          

jagungbakar91

Hallo, Kak, salam kenal.
          
          Aku mau recomen  cerita ini.
          Kisah Mahaprana Sultan--cowok asal Banjarmasin yang selalu mengaku sebagai orang kaya dan sedikit mesum--bretemu  dengan Yasmin--si cewek miskin yang berharap daoat jodoh orang kaya.
          
          
          Genrenya Romance -Comedy.
          
          ♡♡♡♡
          
          Ran menunduk. Sebenarnya kasihan juga dia. Mungkin benar kata Mas Agung, hidup Ran penuh tekanan. Makanya jadi banyak halu.
          "Ya udah, deh, jangan diambil hati," bujukku padanya.
          "Gak, kok," jawab Ran. "Aku cuma kepikiran, apa bener keluargaku udah nggak ada yang peduli denganku."
          Ran mendesah. "Apa mereka gak anggap aku sebagai keluarga lagi?"
          "Mungkin enggak. Siapa tau mereka lagi cari kamu, tapi belum ketemu.
          "Oh!" Ran mengangguk. "Misalkan keluargaku, udah nggak anggap aku lagi, kamu mau nggak jadi keluargaku?"
          
          Aku tersenyum. "Pasti. Kita semua udah anggep kamu keluarga."
          "Bukan. Aku tuh, maunya membina keluarga bahagia bersama, gitu."
          Aku bingung dengan maksud Ran.
          "Maksudnya menciptakan generasi penerus yang tampan dan cantik."
          Aku menghela napas dengan kasar. Anak ini! aku membatin. Kucopot sandal, lalu kutampol dia. Kebiasaan, otak mesumnya itu nggak pernah dibuang.
          
          
          Klik saja
          
          https://my.w.tt/X5zdVgYWE1