Saat harus melewati jalan-jalan yang tidak kamu inginkan atau menjalani pilihan-pilihan orang lain, maka wajar jika diri bertanya : "value siapa yang kamu ikuti?"
Saat tidak bisa sepenuhnya memutuskan pilihan bagi diri sendiri, maka apakah itu merupakan toleransi atau justru kelemahan pribadi?
Harus seberapa kukuh dan keras kepala dalam mempertahankan keinginan? Keras yang tidak melukai atau dilukai, keras seperti apa?