Vrashaaa_3a

---Aku, Kamu dan Waktu 02---
          
          
          Pertengkaran telah usai namun masah belum selesai, Zahra masih merajuk di kamarnya
          
          "Sayang, Zahraa keluar yukk kita makan malam bersama, kita bicarakan baik² yaa tentang tujuan kedepannya"
          
          "Gausah, Zahra ga lapar"
          
          "Kalau begitu tunggu sebentar ya biar bunda ambilkan"
          
          " .... "
          
          hening tiada jawaban, selanjutnya hanya hentakan tangga yang terdengar 
          
          "Bagaimana Zahra mau?"
          
          Tanya seorang lelaki yang merupakan ayah Zahra
          
          "Gak mau mas, ini aku mau anterin makanan ke kamarnya, mas harusnya gak bentak dia tadi mas tau kan watak zahra bagaimana?"
          
          "Mas hanya mencoba untuk memberitahu nya sedikit lebih keras agar dia mengerti, sudah kamu buatkan saja biar mas yang ke atas buat ngasih makanannya"
          
          "Kalau bisa jangan bentak dia lagi ya mas.."
          
          "Iya sayang mas usahakan"
          
          "Yasudah ini mas, antarkan ke atas yah"
          
          "Iya"
          
          satu persatu langkah memijak anak tangga, akhirnya samapi juga di depan pintu kamar Zahra
          
          "Zahra nak, ayah minta maaf sudah membentak kamu, ayam izin masuk ya"
          
          " ... " 
          
          hening tidak ada jawaban dari dalam sana
          
          kreikk.. suara pintu terbuka
          
          "Zahra makanannya ayah taruh atas laci ya?"
          
          " ... "
          
          "Zahra bisakah ayah bercerita sebentar 
          
          "Ayah tidak ingin terlalu menekan apalagi memaksa kamu untuk ke pesantren, tapi mengingat kamu yang.. terlalu terbuka akhir² ini ayah tau seperti apa kesenangan anak jaman sekarang taki ayah tidak ini kamu terseret terlalu jauh nak.. kamu tau kan kamu satu-satunya anak ayah, kamu harapan pertama dan terkhir kami nak, kami ber harap jika kami tua nanti kamu lebih mementingkan kami, dibanding urusan dunia, maka langkah pertama yang harus kami bangun adalah iman kamu, kami tidak perlu khawatir ketika kamu masuk pesantren yang kami pilih, karena pemiliknya adalah sahabat aya sendiri nak, kami berharap kamu mau ya sayang"
          
          "yasudah ayah keluar dulu, jangan lupa dimakan ya"
           
          bersambung...

Vrashaaa_3a

-Aku, Kamu dan Waktu-
          
          "Gak mau bun! ngapain sih? Zahra mau lanjut Sma lagipun Zahra kan lulusan smp ya susah lah kesana nya"
          
          Pertengkaran terjadi antara orang tua dan anaknya 
          
          "Bunda punya teman disana sayang, mau ya? lagian bunda mau kamu jadi lulusan pondok pake hijab biar makin cantik"
          
          "Zahra tetep nolak bun, bunda kok seenaknya sih, tanpa minta persetujuan Zahra? bunda kok kekeuh banget sih"
          
          "Kami gak ngasih kamu pilihan Zahra mau nolak sekeras apapun kamu tetep kami masukin sana, lagian tinggal nurut apa susahnya sih"
          
          "Kalian tega banget ya? gaada persetujuan apa² dari zahra kalian malah seenaknya kalian ingkar janji katanya gaakan nuntut Zahra mau sekolah dimana aja"
          
          "Zahra.. kami dulu emang pernah bilang gitu, tapi kan sekarang udah beda sekarang kamu suka keluar, gapake hijab kami khawatir zahra, kami cuma mau kamu berubah jadi lebih bik lagi nak"
          
          "Terserah deh, lakuin semau kalian zahra udah gapeduli mau mati sekarang juga gapapa Zahra mah"
          
          "ZAHRATUL TASNEEM KASTURI, Jangan mengada kamu sekarang masuk kamar!!"
          
          bersambung...