Merintih layak nya tertatih,iris tak lagi menatap nya dengan gembira terbungkam dalam lubuk jiwa,meratapi hingga tak lagi bersuara.bertanya di mana letak salah nya namun tak kunjung mendapati esensi jiwa.dunia seperti sedang tertawa namun tak mengajak pengunjung yang tiba menatap nya dengan heran layak nya binatang melata.layak nya angin yang menerpa wajah,tanpa desiran suara.dunia seperti mengajak mu belajar agar terus bijaksana? Namun mengapa luka nya tak kunjung membaik juga.apa keterkaitan ini tak ada penghujung nya.