id-out

Satu-satunya alasan aku menulis "Unforgottable You" adalah agar aku dan kamu tetap abadi—setidaknya dalam sebuah cerita. 
          	
          	Aku mengingat semuanya... samar, tapi cukup jelas, seolah-olah kenangan itu menggantung di dalam hatiku namun tak pernah benar-benar pergi.  
          	 
          	Saat aku mulai membuat kerangka cerita, mencoba memanggil seluruh ingatan tentang kita, aku -Jatuh. 
          	
          	Setiap tulisan yang pernah kamu kirimkan, setiap obrolan larut malam yang membuatku tertawa tanpa alasan—semuanya kembali dalam ingatanku. 
          	
          	Tidak, aku tidak hanya kembali mengingatnya. Tapi aku-kembali ke masa itu—ke masa di mana aku, dan kita, begitu bahagia.
          	
          	
          	Sekarang, menulis tentang cerita kita justru menjadi hal paling sulit yang pernah aku lakukan. Bukan karena aku lupa, bukan karena kenangan itu memudar. Tapi karena aku terlalu mengingatnya. Terlalu dalam. Dan setiap kata yang kutulis tentangmu, tentang kita, menyeretku jatuh lebih dalam lagi ke dalam perasaan yang dulu pernah -dan masih- ku rasakan.
          	
          	Maaf.

AnindyaHadiyanto

@id-out "unforgottable you" bisa baca dimana kak?
Reply

id-out

Satu-satunya alasan aku menulis "Unforgottable You" adalah agar aku dan kamu tetap abadi—setidaknya dalam sebuah cerita. 
          
          Aku mengingat semuanya... samar, tapi cukup jelas, seolah-olah kenangan itu menggantung di dalam hatiku namun tak pernah benar-benar pergi.  
           
          Saat aku mulai membuat kerangka cerita, mencoba memanggil seluruh ingatan tentang kita, aku -Jatuh. 
          
          Setiap tulisan yang pernah kamu kirimkan, setiap obrolan larut malam yang membuatku tertawa tanpa alasan—semuanya kembali dalam ingatanku. 
          
          Tidak, aku tidak hanya kembali mengingatnya. Tapi aku-kembali ke masa itu—ke masa di mana aku, dan kita, begitu bahagia.
          
          
          Sekarang, menulis tentang cerita kita justru menjadi hal paling sulit yang pernah aku lakukan. Bukan karena aku lupa, bukan karena kenangan itu memudar. Tapi karena aku terlalu mengingatnya. Terlalu dalam. Dan setiap kata yang kutulis tentangmu, tentang kita, menyeretku jatuh lebih dalam lagi ke dalam perasaan yang dulu pernah -dan masih- ku rasakan.
          
          Maaf.

AnindyaHadiyanto

@id-out "unforgottable you" bisa baca dimana kak?
Reply

id-out

Another short story-
          
          The pict of my page, was taken by her at 29th floor.
          
          (and fun fact) I was the one who standing by her side, trembling.
          
          —
          
          Sentuhan pertama kami di sore itu. Cukup cepat dan cukup kikuk, sebelum aku akhirnya menariknya kedalam pelukanku. Aku merasakan tubuhnya dalam pelukanku. Bukan pelukan yang lama, tapi sanggup membuat air mataku hampir jatuh. "Aku kangen kamu" batinku.

id-out

Short Story-
          
          Waktu itu kamu sempet tanya, “Kenapa tiap foto berdua, mata kamu ga liat ke arah kamera” ke aku. 
          
          Aku cuma bisa jawab “iya, mata aku sibuk liatin layar yang ada kamunya, sumpah kamu cantik banget sih” 
          
          ❤️

id-out

Now I'm in exile, seeing you out.

Just_Cii

@id-out seems impossible T_T
Reply

id-out

@Just_Cii harus balik ke masa lalu :(
Reply

Just_Cii

@id-out baca karya karyamu lagi harus kemana siih :(
Reply