sulfeez

Ketika aku menikahi Satria, aku menerima segala kekurangan dan kelebihannya. Bersedia menjadi pasangan hidupnya, merelakan hidupku untuknya.
          
          Aku jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Satria. Dan beruntung nya aku mendapatkan balasan cinta, ribuan, jutaan, hingga tak terhitung darinya.
          
          Dia menerima ku apa adanya. 
          
          Ketika banyak lelaki mundur setelah mengetahui masa laluku, berbeda dengan dirinya yang terus maju dan berusaha di sebelah ku dalam tawa maupun duka.
          
          Rasanya sempurna ketika kami menikah. Semuanya berjalan sesuai dengan ekspektasi ku sampai sebuah kalimat muncul dari mulutnya,
          
          "Kita akan tinggal bareng ayah, sama mbak Nala. Nggak papa kan, sayang?"
          
          
          Yuk cek kelanjutan cerita cinta mereka lewat link ini ⤵️⤵️
          https://www.wattpad.com/1004985153?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=share_published&wp_page=create_on_publish&wp_uname=sulfeez&wp_originator=xYXQ8ibutgr%2BpQEowzPfuT%2BcM73sZDvbaUx4gmCiX6bzBKq5icWblyyBNO%2BMaAqUvYuySBP1uf5m%2B7aBpGm4rFkl30Si%2B90yRPxe%2BWZbjVKDHO8Lrfy1h3X6yv980CXq
          
          Dukungan dari kamu sangat amat berarti buat penulis. Terimakasih✨

revalina865

Hallo, ini Biya. Khaliluna Anbiya. 
          Gadis lapuk di awal 30-an tahun yang masih enggan melepas masa lajangnya.
          
          Siapa peduli kalau orang-orang menyebutnya perawan tua? Mereka bahkan tak segan-segan menjadikan Biya sebagai pusat bisik-bisik dan perhatian.
          
          Tapi bagi Biya semua itu nggak penting. Toh gadis yang sudah menginjak umur kepala tiga itu selalu berprinsip "Selagi gue bahagia, persetan sama omongan orang."
          
          Begitulah sekiranya keyakinan teguh yang selalu Biya pegang. Lagipula nggak ada yang salah dari hidupnya. Lajang itu bukan AIB. Lajang jaman sekarang itu trendi. Right?
          
          Tapi kehidupan Biya yang terbilang aman dan bebas hambatan itu seketika jungkir balik saat Om Bagas memintanya mengisi posisi sekretaris menejer baru yang sekarang tengah kosong.
          
          "Aargh! JINGGA SIALAN!"
          
          .
          
          Askara Jingga. Bujang. 27 tahun. Songong, sombong, minus etika - dan anggap saja bisu. Tipikal bos-bos rese yang hobi menyiksa bawahan. Selalu sengit tiap kali menatap keberadaan Biya.
          
          Bagi lelaki blesteran Korea dan setengah surga itu, sosok Biya sudah seperti sumber dari segala macam masalah dan kesialan.
          
          "Kalau kamu manusia yang punya etika, kamu pasti tau namanya hukum timbal balik."
          
          Sial! Apalagi yang bisa Biya lakukan untuk mengembalikan hidupnya ke posisi semula - terbebas dari segala keruwetan ini? Kalau sepanjang hari dia harus berurusan dengan makhluk minus etika seperti Askara Jingga?
          
          Dibaca dulu gess..
          Pelan-pelan, tarik napas..
          Simpang di daftar bacaan..
          Tungguin notifikasi update..
          Siapa tau suka :)
          
          https://www.wattpad.com/story/234309515-ending-choice

maodyzy

Itu prinsip Bilqis, seorang gadis yang masih menyandang status 'jomblo' di saat teman-temannya sudah menyebarkan undangan pernikahan. 
          
          Ada rasa iri dalam hatinya, tapi Bilqis tahu, Allah sudah merencanakan sesuatu yang indah untuk hidupnya. Tak perlu resah, jodoh sudah ada yang mengatur, dekati saja yang mengaturnya.
          
          Baca kelanjutannya yuk!❤ https://my.w.tt/RwnvjpazcW

Qorina_Amalia

Kenalin, gue Alga Geinandra tokoh utama cerita ini. Lo baca aja kisah hidup gue, nanti senyam-senyum sendiri kok.
          
          Eh, maap yah ini si Alga memang gitu, yuk kak baca ceritaku Alga, baper gk? Tanya aja sama si Alga. Seru kok. Moga berkenan

Dellarzqaa

Assalamu'alaikum. Mampir ke ceritaku yuk ^^ makasih sebelumnya.
          
          ---
          
          
          Meski hidup Jilan selalu berada di garis nestapa, dia berusaha untuk tetap menjalaninya dengan ikhlas. Pertama, keluarganya lebih memprioritaskan kepentingan Sang kembaran -- Jihan, ketimbang dirinya. Kedua, di sekolah dia kerap dibully karena keta'atannya pada Agama. Ketiga, hampir semua orang senang sekali membeda-bedakan sikap antara dirinya dengan Jihan. Termasuk suaminya sendiri, Ikal -- yang tak lain tak bukan adalah kekasih Jihan. Meski Jilan dan Ikal sudah terlibat ikatan sakral, tapi tampaknya hati Ikal masih untuk Jihan seorang.
          
          Dan itu semua terbukti ketika suatu hari Ikal mengakui bahwa bayi yang ada dikandungan Jihan adalah hasil dari hubungan gelapnya dengan Sang kembaran. Lalu bagaimana dengan perasaan Jilan saat tahu dirinya dikhianati oleh suami dan juga kembarannya sendiri? 
          
          ----
          
          https://my.w.tt/UiNb/63Cu7xpuqT