Revany sudah muak dengan segala perjodohan yang terus dipaksakan oleh keluarganya, bermacam-macam cara sudah ia lakukan untuk kabur dari perjodohan tak masuk akal itu, tapi sialnya, setelah gagal di satu pria, ternyata masih banyak pria-pria lainnya yang sudah dipersiapkan oleh orangtuanya.
"Ck, " Revany membanting bokongnya keatas kursi, menaruh tumbler dimeja dengan tidak santai. "Udah deh, gue muak! Gimana kalo lo aja yang nikah sama gue, Bim?"
Kopi didalam mulut Bimo kembali tersembur keluar, "Sorry-sorry," Bimo mengusap area mulutnya dengan tangan, "tadi lo ngomong apa?"
***
"Singgah yang (tak) sungguh" Silahkan mampir ke cerita barku jika senggang teman-teman