ishatira26

Sekali lagi hamba mu ini yakin ya Allah atas segala kekuasaan, wewenang, juga segala maha baik dan pemurah atas rezeki rezeki atas di kabulkan permohonan doa hamba mu ini. Aamiin... 

ishatira26

Mungkin akan tetap seperti ini — aku membohongi diri ku sendiri seolah semuanya akan baik-baik saja padahal, kenyataan nya banyak sekali pertanyaan di dalam diri ku prihal kenapa orang orang pergi di saat aku sudah memberikan segala gala nya yang terbaik sebisa ku. 
          
          Aku gak tahu dia dimana, tapi kehadiran nya sangat terasa sekali bahwa kami berada di satu tempat yang sama — firasat kuat yang selalu aku rasakan tentang nya. Aku kembali Denial lalu bertanya " apakah dia di sini untuk ku ? Apakah dia merindukan ku setelah akses tentang ku sangat di batasi ? "  Dan pas sadar kembali, aku juga tahu mungkin dia pergi bersama atau mengunjungi perempuan lain di tambah ini sehabis lebaran. 
          
          Pula, aku menimbang nimbang kembali bila hidup akan tetap seperti ini. Aku akan tetap pergi ke Edinburgh apapun yang terjadi. Mungkin dengan cara itu aku bisa menjadi versi ku yang lebih baik, versi yang selalu ada di kepala ku. Pun bila aku harus kehilangan lagi, aku akan tetap tinggal di sana membawa kia bersama ku. Prihal rumah aku bisa menyerahkan nya pada Dalia atau Abah. Aku hanya ingin pergi dari negara ini. 
          

ishatira26

Seharusnya aku menulis di buku harian ku, tapi aku tidak membawa nya. 
          
          Kamu tahu hari Sabtu nanti kita semua akan merayakan lebaran, dan itu adalah lebaran pertama ku tanpa uwa. Sejujurnya aku gak excited sama sekali bahkan untuk pulang aja rasanya hampa sekali namun di sisi lain, aku gak mau menyesal sama sekali karna aku sadar aku masih punya mama yang menunggu untuk pulang. Aku gak bisa egois gitu aja. 
          
          Aku sedih, sangat. 
          
          Di tambah, aku harus kehilangan Titin ; pertemanan kami usai begitu saja. Pertemanan yang aku bangun susah payah dari awal masuk SMP. Teman yang selalu aku jadikan rumah, teman yang tahu segala cerita ku malah memilih pergi. Aku gak bisa terus terusan memohon kepada seseorang untuk terus menetap bersama ku. 
          
          Rasanya beneran kosong, hampa. 
          
          Tapi apapun yang terjadi untuk aku dan dia semoga selalu di beri kesempatan menemukan jalan jalan yang terbaik untuk kami. 

ishatira26

Kayanya akan sebahagia itu ya, aku berkelana menjelajahi tempat-tempat indah yang ada di dunia ini, lalu kita saling mengirimkan kabar. Aku membiarkan diri ku memberikan seluruh koleksi dokumentasi yang aku ambil pada mu seolah kamu adalah tempat teraman seluruh file ku. 
          
          Dan, kamu melakukan berbagai aktivitas kenegaraan yang di tugaskan kepada mu — menjelajahi seluruh pelosok negeri kita termasuk Banda Neira, impian kita. Kita berbicara dalam sewaktu istirahat. 
          
          

ishatira26

Dia memakai foto bunga matahari lagi, seolah dia kembali lagi. 
          
          Aku mohon kali ini aja, aku mohon bantu aku bisa pergi dari negeri ini setelah aku bisa melihat dia dengan mata kepala ku sendiri tanpa harus berinteraksi pun gk papa. 

ishatira26

Kenapa sih harus sakit ? Kan udah tahu gak ada yang peduli, masih aja nyusahin. Terus kalo kaya gini siapa yang susah, kamu kamu juga kan. 
          
          Tan, ini udah bukan lagi tentang dulu ketika Lo sakit masih ada bokap Lo atau uwa yang ngejagain atau ngekhawatirin Lo. Ini sudah beda jauh. Terlampau jauh malah. Jadi tolong sadar diri. Lo gak punya siapa siapa. 

ishatira26

Mas ulfi, terlepas aku mengikhlaskan kamu dan semuanya tapi aku selalu saja ingin kamu tahu apa yang tengah terjadi pada ku yang sial nya aku juga sadar bahwa kamu pun gak peduli. 
          
          mas, aku gak tahu kedepan nya akan bagaimana akan jadi apa aku, akan sukses kah aku, bisakah aku ke tempat tempat itu  atau yang paling jauh bisakah aku menikah ? jauh dari sini, aku takut. dan aku gak punya tempat untuk berkeluh kesah, atau mendpatkan rumah ku.

ishatira26

Saya ingin pulang, entah pada rumah,
          ataupun pada-Mu.
          Saya terima dengan ikhlas, keduanya.
          
          Sekali ini saja… hanya sekali ini saja,
          saya mohon, izinkan saya untuk pulang—
          walau mungkin tak sampai tujuan.
          
          Saya lelah bertahan.
          Napas ini terlalu berat, terlalu jahat.
          Mau sampai kapan?
          
          Tuhan…
          Saya ingin pulang,
          pada surga atau bahagia nya yang diagungkan oleh banyak orang.
          Sekali saja,
          saya memohon