mslhattt_

Halo Kak, maaf mengganggu waktunya. Tolong buka email yang aku kirim yaa... terima kasih ^ ^

itsbeeu

@ mslhattt_  omg thank u sm, udah dipakai yaa
            sebelumnya aku belum tau itu jadwal update kamu di wp, sekali thank u sm lovely writer
• Reply

mslhattt_

@ itsbeeu  pantas kak pesannya baru ke krim sekarang hiks (ToT)
• Reply

mslhattt_

yudh gini aja deh, selamat karena kamu udah jdi pembaca yg super duper aktif ^^ aku kasih kamu hadiah Voucher untuk buka bab 40 100% free Kak. Karena kemaren kamu juga langsung meluncur ke akun Karyakarsaku untuk beli bab 39 padahal kemaren itu waktunya aku post di wattpad. So! aku enggak mau kamu ngerasa rugi akan hal itu. Itu sebabnya, kamu bisa klaim vouchernya sekarang juga ya Kak soalnya hari ini terakhir aku enggak sempat edit batas waktunya Σ(>Д<)  gunakan kode ini   [SistBee] buruan kak sebelum hanguss huaaa ○| ̄|_
• Reply

litha-_-

Di jalanan kota yang penuh cahaya neon dan bising mesin, dua geng motor paling ditakuti saling bersaing memperebutkan harga diri dan kekuasaan. Black Venom yang dipimpin Ravels dan Ravenblood yang dipimpin Azka. Pertarungan mereka mencapai puncak ketika Ravels menantang Azka dalam sebuah balap liar berhadiah satu hal yaitu "yang kalah wajib memenuhi satu permintaan apa pun dari pihak yang menang". Azka menerima tantangan itu tanpa pernah membayangkan konsekuensinya.
          
          Saat garis finish ditentukan dan kemenangan jatuh ke tangan Ravels, seluruh anggota dua geng itu terdiam menunggu permintaan yang akan diajukan namun tak ada seorang pun yang menyangka bahwa Ravels akan menyebut adik perempuan dari Azka. Sosok yang selama ini dijauhkan Azka dari dunia kelamnya, dan kini dengan kemenangan mutlak di tangan, ia menuntut gadis itu untuk berada di bawah kekuasaannya, menjadikannya bahan pelampiasan nafsu bejatnya tersebut.
          
          https://www.wattpad.com/story/405104958?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=share_writing&wp_page=create&wp_uname=litha-_-

scrtmi_

Satu Garis.
          
          Keluarga bukan selalu tentang darah. Tapi tentang siapa yang tetap tinggal, saat semuanya pergi.
          
          Setelah kehilangan ibunya dan ditinggal ayahnya, Ruka menjalani hidup sendirian. Tapi sepi itu tak bertahan lama-satu per satu, enam sepupunya yang terluka oleh keadaan datang mengetuk pintu hidupnya. Mereka bukan anak-anak biasa. Mereka juga korban dari keluarga yang patah, rumah yang runtuh, dan janji-janji orang dewasa yang tak pernah ditepati.
          
          Kini, Ruka bukan hanya remaja perempuan 23 tahun yang mencoba bermimpi dan bertahan hidup di tengah kota. Tapi juga kakak, ibu, pelindung, dan tempat pulang-untuk anak-anak yang tak punya siapa-siapa lagi.
          
          https://www.wattpad.com/story/398361473?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=story_info&wp_page=story_details_button&wp_uname=94yeochin_

Jemiyaaaa