Haloo, kaa. Permisi, yaa. Maaf, izin numpang lapak buat promosi AU. Btw, ini AU pertama aku yang aku post di IG:⤵️
→ Buku itu tidak ada yang spesial.
Hampir tak terasa getaran istimewanya. Sampulnya polos, kertasnya biasa, baunya khas.
Tapi, Frederica Zaryn menerimanya dengan senyum senang. Sedang Fredericko Zayn menerimanya dengan apa adanya.
Zeke tersenyum setelah memberikan, hampir lelah. Namun jika itu menyangkut adik-adiknya, mengapa tidak memberikan yang terbaik?
Ia bilang hanya untuk menulis apapun yang Zaryn dan Zayn inginkan. Tidak ada yang khusus.
Zaryn menulis karena ingin.
Zayn menulis karena kesal.
Keesokannya, laci mereka tak lagi berdebu.
Kamar tak lagi sunyi.
Dan beberapa nama... Hilang tanpa berisik.
Mereka tak pernah bertanya. Tak membandingkan apapun. Tak mengakui yang sebenarnya.
Jika bicara, entah apa pandangan yang lain. Dari situ letak kesalahannya, atau dari mana? Siapa yang tahu.
Tapi satu hal yang pasti, ada aturan tak tertulis yang muncul tanpa persetujuan:
Jangan menulis saat marah.
Jangan menulis saat sedih.
Jangan menulis tentang manusia.
Intinya, jangan menulis tanpa niat yang jelas.
Waktu kian bergerak dan tahun silih berganti, mereka sadar ada yang salah. Mereka baru berani bicara.
Tak ada satupun hal yang hilang tanpa alasan, satu pertanyaan pun tertinggal:
Jika mereka tak hidup dalam dunia fantasi dan buku itu tidak pernah ajaib,
Lalu siapa yang bermain di balik layar?
https://www.instagram.com/p/DW6ryGqiVMo/?igsh=ZmRkcXhzZWF5bHR3
Makasih sebelumnya, kakk.