J.D. Nur Aksara lahir dan tumbuh di Jawa Barat. Menempuh pendidikan di Universitas Muhammadiyah Jakarta dan meraih gelar Sarjana Teknik Mesin, ia kini berkiprah sebagai manajer di sebuah perusahaan serta memiliki usaha di bidang konstruksi dan interior.
Namun di balik kesibukannya di dunia profesional, ia tak pernah berhenti menulis, menggambar, dan mengajar - karena di sanalah ia menemukan ruang untuk memberi makna bagi hidupnya dan orang lain.
Kecintaannya pada dunia tulis-menulis bermula dari sebuah kisah sederhana yang ia sebut sebagai "peristiwa sapu ajaib". Hari itu, ia baru saja menyelesaikan tiga tugas akhir sekaligus - satu miliknya sendiri, dan dua milik sahabat seperjuangan.
Keberhasilan itu bukan hanya soal nilai, melainkan tentang makna perjuangan, keikhlasan, dan kekuatan untuk tidak menyerah ketika keadaan tampak mustahil.
Dari sanalah lahir keyakinan bahwa setiap manusia memiliki jalan ajaibnya masing-masing, asalkan mau berusaha dan berdoa.
Bagi J.D. Nur Aksara, menulis adalah cara untuk bersyukur dan berbagi. Melalui pena, ia menuangkan gagasan, menggambarkan kehidupan, dan menyalakan semangat bagi mereka yang sedang berjuang. Ia percaya, kisah dan ide dapat menjadi jembatan menuju perubahan - dan lewat tulisan, seseorang bisa membantu lebih banyak jiwa daripada yang ia bayangkan.
Harapannya sederhana namun mendalam: semoga setiap guratan pena yang ia torehkan dapat menginspirasi dan memotivasi pembaca bahwa harapan selalu ada bagi mereka yang mau berjuang. Seperti Barry, yang dahulu hanya meraih nilai enam, bahkan pernah mendapatkan nilai nol, namun akhirnya menjadi juara karena kesungguhan dan keyakinan bahwa tak ada usaha yang sia-sia.
"Selama kita memiliki pemikiran positif, dan tidak lelah membantu orang lain, maka kemudahan itu pasti akan kita dapatkan."
- J.D. Nur Aksara
- JoinedOctober 27, 2025
- facebook: JD's Facebook profile
Sign up to join the largest storytelling community
or
Story by JD Nur Aksara
- 1 Published Story
SURGA YANG SESUNGGUHNYA
75
25
6
Barry tumbuh di bawah kasih seorang ibu asuh bernama Ibu Salma yang ia kira bahwa itu adalah Ibu Kandungnya...