──── ❤🩹┆︎Bahu Jennie yang lebar dan kokoh itu bukan sekadar raga, melainkan tiang penyangga bagi segala badai yang gemar menghantam hidupnya. Aku sering terpaku menatap punggungnya dari kejauhan, menyaksikan bagaimana ia tetap tegak berdiri menantang nasib, seolah luka hanyalah bumbu dalam perjalanan menjemput tiap-tiap cita yang ia tanam. Ada kelembutan yang kontras pada jiwanya; sebuah cinta yang begitu besar dan tulus, yang ia tebarkan kepada dunia tanpa sisa, meski dunia sendiri sering kali lupa berterima kasih padanya. Dalam diam yang paling sunyi, aku merawat rasa ini──mencintai setiap peluh dan keteguhan hatinya──sambil menyadari bahwa bagi Jennie, aku hanyalah angin lalu yang tak pernah ia sadari keberadaannya, namun bagiku, ia adalah seluruh cakrawala yang ingin kupeluk selamanya.
Dengan banyak cinta, bey.
- JoinedFebruary 18, 2017
Sign up to join the largest storytelling community
or