Selasa, 31 Maret 2026.
Sore itu, tepat pukul 15.00, garis tipis antara harapan dan kenyataan akhirnya menghilang. Tidak lagi samar. Tidak lagi abu-abu. Semuanya menjadi jelas. Terlalu jelas, sampai aku sendiri butuh waktu untuk benar-benar mempercayainya.
Aku tidak langsung melompat kegirangan. Tidak juga menangis sejadi-jadinya. Aku hanya diam. Menikmati perasaan yang datang satu per satu—lega, syukur, bahagia ... semuanya bercampur, tanpa perlu dijelaskan mana yang lebih besar.
Dan di tengah semua itu, aku sadar. Ini bukan akhir. Bukan puncak. Ini hanya sebuah pintu. Pintu yang akhirnya berhasil kubuka, setelah sekian lama berdiri di depannya, menebak-nebak apa yang ada di baliknya.
Di antara merah dan biru, aku berdiri di sini. Bukan sebagai seseorang yang "lebih berhasil", bukan juga sebagai seseorang yang sudah selesai.
Aku masih sama. Masih dengan mimpi-mimpi yang belum sepenuhnya terwujud. Masih dengan langkah yang kadang yakin, kadang juga ragu. Hanya saja ... sekarang aku tahu ke mana harus melangkah lebih dulu.
Aku memulai dari sini. Kalian mungkin dari tempat lain. Tapi selama kita tetap melangkah. Suatu hari nanti, entah di persimpangan mana, kita akan saling berpapasan. Saling menyapa. Dengan cerita kita masing-masing♡.
—salam biru, jialuvie.