"Wahai malam. Buatkan lah cahaya paling terang di setiap jiwa. Wahai malam, aku persembahkan darah murni ini untuk mu. Berikan padaku...cahaya paling murni itu" kata lunar dengan lembut. Mata peraknya terpejam dengan telapak tangan tergenggang dengan erat di dadanya.
"Dan, tolong, jangan biarkan usahaku selama ini. Sia sia..wahai jiwa yang malang." Mata perak itu terbuka dengan lelah. Menatap langit malam yang hanya ditemani sinar rembulan biru yang indah.