halo. kalimat "harap balas yang pernah ku ucap, dengan sadar kini ku lepas", nyatanya tak pernah benar-benar lepas. bayang-bayang yang tak pernah pergi namun berusaha terganti, kini kembali layak  awal ia datang. gagal. lagi. mungkin bukan dia orangnya, mungkin bukan ini waktunya, dan mungkin aku yang harus lebih lapang menerima yang datang dan melepas pergi yang memang seharusnya. mari tutup lagi harapan yang indah nan berduri itu. mari kembali menawar hangat untuk diri sendiri. jika kata "terimakasih" cukup sakit diterima, maka kata "maaf" juga tak perlu tersampaikan. Sebab pada akhirnya, yang masih tertaut bukan untuk yang sempat datang, melainkan nama lama yang tak pernah benar-benar pergi.
  • JoinedAugust 24, 2020