Awal Agustus lalu aku sangat ingin mati.
Aku sibuk menyayat pergelangan tanganku re.
Saat itu, tidak ada siapapun.
Tidak ada kamu.
Yang ada hanya rasa ingin mati.
Aku menulis pesan untuk adik kamu tapi selalu ku urungkan.
Karena aku ingat apa permintaan kamu re.
Cerita tentang kamu tak akan pernah habis kubaca.
Kamu, kesedihanmu dan kesedihanku akan selamanya abadi di Mauer.
Cerita yang hanya aku dan kamu yang paham.
Selamat malam pria dindingku, my stranger re yang tak lagi bertambah umur.
Dari aku yang hari ini bertambah umur.